Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Antrean Panjang di Pasar Murah Kudus: Beras Hingga Minyak Goreng Diburu Warga

Sejumlah warga sudah antre untuk mendapatkan beras, gula dan minyak goreng yang lebih murah dibanding dengan harga di pasaran.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
Rifqi Gozali
Warga membawa beras SPHP dari Gerakan Pangan Murah di halaman Dispertanpangan Kudus, Senin (1/4/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sejumlah warga sudah antre untuk mendapatkan beras, gula dan minyak goreng yang lebih murah dibanding dengan harga di pasaran. Warga tersebut tengah antre pada program pasar murah yang digelar di halaman kantor Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kudus, Senin (1/4/2024).

Pasar murah sendiri merupakan program rutin yang digelar di halaman Dispertanpangan setiap bulan. Biasanya digelar pada hari Jumat pekan kedua setiap bulannya. Pada saat ini diselenggarakan pada awal bulan karena bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan secara nasional.

Harga beras di pasaran di Kabupaten Kudus saat ini sekitar Rp 15 ribu per kilogram. Sedangkan di pasar murah tersebut harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau beras dari Bulog Rp 10.400 per kilogram. Sedangkan harga beras dari petani di pasar murah tersebut yaitu Rp 12 ribu per kilogram.

Salah seorang warga yang turut serta membeli beras yaitu Anis. Dia membeli beras SPHP sebanyak 10 kilogram. Masing-masing kemasan berisi 5 kilogram seharag Rp 52 ribu.

“Saya beli beras 10 kilogram berarti jadinya Rp 104 ribu. Ini lebih murah harganya dibanding dengan harga di pasar,” ujar Anis warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo.

Kemudian warga lainnya Anggraeni juga demikian. Dia berburu beras di pasar murah untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Pasalnya beras di pasaran saat ini harganya masih tinggi.

“Saat ini beras harganya antara Rp 15 ribu sampai Rp 16,5 ribu per kilogram. Ini beli di sini harganya sangat murah pol,” kata Anggraeni.

Beberapa kebutuhan disediakan dalam pasar murah tersebut. Selain beras sebanyak 8 ton yang habis dalam durasi 2 jam, kebutuhan pokok lainnya yang disediakan dalam pasar murah tersebut yaitu minyak goreng seharga Rp 15 ribu per liter. Kemudian telur ayam seharga Rp 26 ribu per kilogram.

Untuk gula pasir pada pasar murah tersebut harganya Rp Rp 15.500 per kilogram. Kemudian cabai merah seharga Rp 30 ribu per kilogram, dan bawang merah seharga Rp 30 ribu per kilogram kemudian bawang putih Rp 44 ribu per kilogram.

Dalam pasar murah tersebut juga terdapat sejumlah dagangan makanan olahan dari berbagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Ada juga hasil pertanian berupa sayuran dan juga ikan. Setiap warga yang datang ke pasar murah tidak sekadar bisa memenuhi kebutuhan pokok, mereka juga bisa memilih belanja sejumlah kebutuhan lain yang tersedia di pasar murah tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved