Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Viral, Harga Gas Melon di Kendal Capai 70 Ribu, Kok Bisa? Ini Kata Pertamina

Sebuah unggahan mengenai harga elpiji 3 kg atau elpiji melon yang mencapai Rp 70 ribu viral di media sosial

Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: muslimah
Tribunjateng/Rezanda Akbar
Petugas melakukan penataan gas melon. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebuah unggahan mengenai harga elpiji 3 kg atau elpiji melon yang mencapai Rp 70 ribu viral di media sosial.


Unggahan itu disebarkan oleh akun bernama Dinda Faismaul Roufiyati di grub Liputan Kendal Terkini. 


Pengunggah menyebut, elpiji 3 kg dengan harga Rp 70 ribu dijual di Sedayu, Gemuh Kendal.


"Ready lagi, GAS ELPIJI Melon, Stock cuma 60 biji, harga 70rb. Lokasi sedayu, Gemuh. Sebelah balai desa sedayu. Monggo," tulis akun tersebut.

Baca juga: Sosok Selebgram Jaksel yang Live Bunuh Diri, Sempat Tenggak Pembersih Lantai Juga

Baca juga: Zaskia Adya Mecca Istri Hanung Bramantyo: Budaya Pernikahan di Indonesia Mahal dan Menyulitkan


Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jateng PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengatakan, harga elpiji 3 kg sesuai Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 541/15 Tahun 2015.


Dalam keputusan dijelaskan, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg pada titik serah sub-penyalur atau pangkalan di Provinsi Jawa Tengah adalah Rp 15.500 per tabung.


"Disinyalir itu (merupakan) pengecer," kata Brasto dikonfirmasi Tribun Jateng, Rabu (17/4/2024).


Brasto menjelaskan, pengecer bukanlah distributor resmi elpiji 3 kg dari Pertamina


Menurutnya, kesemrawutan harga elpiji 3 kg yang melebihi HET disebabkan adanya kelangkaan stok dan pasokan.


Akan tetapi, Brasto memastikan jika pasokan elpiji 3 kg di Kendal aman. 


"Kendal itu rata-rata penyaluran normal LPG 3 kg sebulan itu 783 ribu tabung. Rencana ditambah 46 ribu tabung dan sudah teralisasi penambahannya 34 ribu tabung. Ini (yang penambahan 34 ribu tabung) khusus saat Lebaran 2024," ungkapnya.


Ia menegaskan, Kementerian ESDM juga telah menetapkan penyalur dan sub penyalur untuk mendistribusikan LPG subsidi. 


Dengan angka minimal 80 persen LPG bersubsidi disalurkan langsung kepada konsumen akhir, terhitung mulai tanggal 1 Maret 2023.


"Sebelumnya minimal 70 % . Naik menjadi minimal 80 % . Artinya penyaluran di pangkalan lebih diprioritaskan bagi konsumen akhir,"


"Jalur distribusi resmi LPG 3 kg dan HET yang diatur ada di pangkalan resmi." terangnya.


Usut punya usut, unggahan media sosial yang disebarkan oleh akun bernama Dinda Faismaul Roufiyati hanyalah rekayasa kebohongan semata. 


Informasi yang dihimpun, akun tersebut diduga akun kloningan alias bodong. 


Brasto berpesan kepada masyarakat jika menemukan harga yang tidak wajar, agar segera melapor ke Call Center 135 Pertamina. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved