Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Sampah di Kendal Capai 437 Ton per Hari, Pemkab Bakal Ubah jadi Listrik dan BBM 

Pemkab Kendal telah meneken kerja sama dengan Pemkot Semarang untuk mengubah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

|
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
TUNJUKKAN PETASOL - Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto menunjukkan sebotol Petasol sebagai BBM alternatif yang terbuat dari pengolahan sampah, Jumat (10/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Aris Irwanto mengungkapkan timbulan sampah di Kendal mencapai 437 ton per hari.

Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan dengan sampah harian yang masuk ke TPA Darupono sebanyak 191 ton.

Menurut Aris, diperlukan upaya serius agar TPA yang overload itu tak mendapatkan sanksi lanjutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Kemarin kita disanksi, sekarang sudah tidak. Tetapi saat ini sampah yang masuk ke TPA masih lebih banyak," kata Aris di kantornya, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Cegah Korupsi, KPK Minta Bupati Kendal Terapkan Sistem Kerja dari Hati

Aris menerangkan, saat ini Pemkab Kendal menyiapkan langkah serius untuk mengatasi persoalan sampah yang terus menumpuk.

Pihaknya telah meneken kerja sama dengan Pemkot Semarang untuk mengubah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

Terobosan ini akan dilaksanakan lewat program Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah aglomerasi Semarang yang mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

"Jadi RDF itu adalah bahan bakar alternatif bentuknya briket yang dihasilkan dari olahan limbah sampah," terangnya.

Untuk mewujudkan target itu, pihaknya akan mengirim sampah sebanyak 100 ton per hari ke TPA Jatibarang, yang digunakan sebagai bahan baku pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.

Pihaknya juga sudah mengusulkan pengadaan truk pengangkut sampah baru dalam RAPBD Perubahan untuk mendukung distribusi sampah.

"Kondisi truk sampah bisa bapak ibu lihat sendiri banyak yang rusak, dan baknya tidak tertutup. Kalau nanti bawa sampah ke Semarang jalannya juga naik turun, dikhawatirkan sampah bisa berceceran," ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga tengah mematangkan rencana penjajakan kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengolahan sampah plastik menjadi Petasol, sebuah BBM alternatif setara Pertamina Dex.

Pihaknya juga telah diminta untuk menyiapkan lokasi di Desa Margorejo Kecamatan Patebon sebagai percontohan.

"Kita juga sudah ada rencana bersama BRIN untuk mengubah sampah jadi Petasol," kata Afis sambil menunjukkan sebotol Petasol.

Aris pun mengajak warga agar lebih sadar dan peduli tentang permasalahan sampah di Kendal. Sehingga persoalan sampah bisa sepenuhnya teratasi.

Nantinya, tidak semua sampah dari rumah tangga bisa masuk ke TPA, melainkan ada pemanfaatan dari hilir.

"Sampah ini memang rumit penyelesaiannya. Tapi dengan kesadaran bersama, kita bisa. Penyelesaian sampah akan diupayakan sebesar mungkin di tingkat hilir atau di rumah tanga dan desa/kelurahan," tandasnya. (ags) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved