Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Sampah di Kendal Capai 437 Ton per Hari, Pemkab Bakal Ubah jadi Listrik dan BBM

Pemkab Kendal bersama BRIN akan mengolah sampah plastik menjadi petasol, sebuah BBM alternatif setara Pertamina Dex.

TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
PERLIHATKAN PETASOL - Kepala DLH Kabupaten Kendal, Aris Irwanto memperlihatkan sebotol petasol sebagai BBM alternatif yang terbuat dari pengolahan sampah, Jumat (10/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Aris Irwanto mengungkapkan, timbulan sampah di Kendal mencapai 437 ton per hari.

Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan sampah harian yang masuk ke TPA Darupono sebanyak 191 ton.

Menurut Aris, diperlukan upaya serius agar TPA yang overload itu tak mendapatkan sanksi lanjutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Sebelumnya kami disanksi, sekarang sudah tidak."

"Tetapi saat ini sampah yang masuk ke TPA masih lebih banyak," kata Aris, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Cegah Korupsi, KPK Minta Bupati Kendal Terapkan Sistem Kerja dari Hati

Jalur Weleri-Sukorejo Penyumbang Tertinggi Kasus Kecelakaan di Kendal, Ini Penyebabnya

Aris menerangkan, saat ini Pemkab Kendal menyiapkan langkah serius untuk mengatasi persoalan sampah yang terus menumpuk.

Pihaknya telah meneken kerja sama dengan Pemkot Semarang untuk mengubah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

Terobosan ini akan dilaksanakan melalui program Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah aglomerasi Semarang yang mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

"Jadi RDF itu adalah bahan bakar alternatif bentuknya briket yang dihasilkan dari olahan limbah sampah," terangnya.

Untuk mewujudkan target itu, pihaknya akan mengirim sampah sebanyak 100 ton per hari ke TPA Jatibarang, yang digunakan sebagai bahan baku pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.

Pihaknya juga sudah mengusulkan pengadaan truk pengangkut sampah baru dalam RAPBD Perubahan untuk mendukung distribusi sampah.

"Kondisi truk sampah bisa dilihat sendiri, banyak yang rusak dan baknya tidak tertutup."

"Kalau bawa sampah ke Semarang jalannya juga naik turun, dikhawatirkan sampah bisa berceceran," ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga mematangkan rencana penjajakan kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengolahan sampah plastik menjadi petasol, sebuah BBM alternatif setara Pertamina Dex.

Pihaknya juga telah diminta untuk menyiapkan lokasi di Desa Margorejo Kecamatan Patebon sebagai percontohan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved