Berita Banyumnas
Wisata Alam Bukit Watu Kumpul Banyumas Terbengkalai, Jumlah Kunjungan Nol Persen
Wisata alam bukit Watu Kumpul di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas tak lagi beroperasi. Semua fasilitas dan wahana permainan yang ada di kawasa
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Wisata alam bukit Watu Kumpul di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas tak lagi beroperasi.
Semua fasilitas dan wahana permainan yang ada di kawasan itu mangkrak tak terawat.
Berbagai wahana permainan dan fasilitas yang sebelumnya dibangun kini kondisinya memprihatinkan.
Contohnya seperti taman bermain anak prosotan, ayunan, fasilitas lain ruko, mushola, toilet umum dan puluhan gazebo serta wahana permainan lainya yang sudah dibangun rusak tak terawat.
Bahkan beberapa wahana permainan anak tersebut rusak dan hancur termasuk gazebo ambruk serta rumah kreasi tak terurus.
Parahnya lagi insfrastruktur jalan mulai pintu gerbang sampai kawasan wisata rusak aspal mengelupas dan berlubang.
Kepala Desa Petahunan, Rohmat mengatakan sebelumnya objek wisata alam bukit Watu Kumpul menjadi destinasi dan andalan petahunan setelah Curug Nangga yang pengelolaanya oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dengan perhutani.
Wisata ini termasuk paling diminati wisatawan yang bukan hanya dari Kabupaten Banyumas namun banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah.
Rusaknya fasilitas berdampak kunjungan wisatawan selama libur lebaran 2024 turun hingga nol persen.
"Wisata alam bukit watu kumpul menjadi destinasi desa kami namun pada libur lebaran tahun ini kunjungan wisatawan nol persen.
Dampak tidak beroperasinya wisata alam bukit watu kumpul masyarakat kami banyak kehilangan mata pencaharian yang jadi pekerja wisata pedagang tukang parkir serta lainya.
Pemdes berharap ada campur tangan dari pemerintah agar wahana ini berioerasi termasuk sarana dan fasilitas wahana serta insfrastruktur diperbaiki akan menunjang perekonomian masyarakat," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (21/4/2024).
Adapun, landasan pacu take off paralayang maupun gantole dipenuhi tumbuh-tumbuhan dan rumput ilalang.
Tak heran lokasi itu sudah tidak lagi diminati lagi para pecinta olahraga para layang dan wisatawan lain yang datang menikmati panorama akam bukit nan hijau dan udara sejuk.
Pemerintah desa berharap pemerintah bisa mengambil langkah kembali mengaktifkan objek wisata alam bukit watu kumpul.
Sehingga bisa kembali meningkatkan perekonomian dan membuka peluang usaha masyarakat.
Banyak masyarakat yang mendapatkan penghasilan tambahan dari objek wisata ini ada yang jualan ada juga yang menyiapkan lahan parkir.
"Wisata bukit watu kumpul sebelumnya bagus pemandangan dan wisatanya sangat bagus namun sekarang justru tdk terawat apalagi saya termasuk orang yang suka berwisata alam.
lokasi paralayang juga sudah tdk aktif serta sarana wahana semua sudah rusak tak terawat," ujar salah satu warga, Bambang.
Terbengkalainya objek wisata akam bukit watu kumpul karena terbentur aturan sehingga tidak bisa dikembangkan.
Pasalnya keberadaan objek wisata itu berada dalam kawasan hutan lindung. (jti)
| Kebakaran Tengah Malam Hanguskan Pos Sekolah dan Kantin SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto |
|
|---|
| Dana BUMDesma Jatilawang Macet 2,7 Miliar, KPK Selidiki Dugaan Korupsi Libatkan Oknum DPRD Banyumas |
|
|---|
| Promo HUT Ke-3 KA Baturraden Ekspress, Kelas Eksekutif Rp 195 Ribu dan Bisnis Rp 95 Ribu |
|
|---|
| Menhub Sidak Bus Wisata di Terminal Bus Baturraden Banyumas, Temukan Ada yang Plat Hitam |
|
|---|
| JLF 2024: Upaya Memperluas Cakrawala Artistik dan Wacana Lengger Banyumasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Suasana-terbengkalainya-wisata-Watu-Kumpul-Banyumas-banyak-infrastruktur-yang-rusak.jpg)