Banyumas
Mahasiswa Unsoed Geruduk Polresta Banyumas, Desak Transparansi Kasus Pelecehan dan Penganiayaan
Suasana depan Mapolresta Banyumas, Selasa (12/5/2026), dipenuhi suara tuntutan mahasiswa yang membawa spanduk.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO – Suasana depan Mapolresta Banyumas, Selasa (12/5/2026), dipenuhi suara tuntutan mahasiswa yang membawa spanduk bertuliskan "Bukan Aksi Bayaran", "Anda Diam Kami Curiga" "Kami Butuh Keadilan".
Ada pula spanduk bertuliskan "Sediakan Ruang Aman Lindungi Semua Korban", "Kesampingkan Kepentingan", hingga "Hentikan Lingkungan Kekerasan".
Aksi digelar Aliansi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto sebagai bentuk desakan terhadap kepolisian agar membuka secara transparan penanganan kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) dan penganiayaan yang kini tengah berjalan.
Koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Unsoed Purwokerto, Aditya, mengatakan aksi itu dilakukan untuk mengawal dua laporan yang dinilai memiliki keterkaitan.
Baca juga: Balita Gizi Buruk Ekstrem Dievakuasi ke RSUD Batang, Berat Badannya Hanya 6,2 Kg
Baca juga: Sosok Kiai Abi Jamroh Menurut Warga Tahunan Jepara, Tak Sangka Cabuli Santrinya
Menurutnya, kasus penganiayaan yang lebih dulu mencuat ke publik tidak bisa dipisahkan dari dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan setelahnya.
"Yang kami suarakan di sini adalah perlindungan dan transparansi terkait kejelasan kasusnya.
Karena yang ramai di media hanya kasus penganiayaan, padahal ada dugaan kekerasan seksual di dalamnya," ujar salah satu mahasiswa, Aditya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (12/5/2026).
Ia menegaskan mahasiswa tidak memihak salah satu pihak, melainkan ingin memastikan seluruh proses hukum berjalan adil dan terbuka.
"Kami berdiri netral.
Baik kasus penganiayaan maupun kekerasan seksual harus sama-sama diproses secara hukum dan terbuka," ujarnya.
Aditya menilai penanganan laporan dugaan kekerasan seksual hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang jelas.
Karena itu, mahasiswa mendesak adanya perlindungan terhadap korban dan keterbukaan informasi dari aparat penegak hukum.
"Kenapa aksi ini dilakukan di Polres?
Karena laporannya sudah sampai disini dan memang dari korban penganiayaan juga memang dia terafiliasi oleh beberapa orang-orang yang memang memiliki kepentingan gitu," jelasnya.
"Yang disuarakan disini adalah menuntut perlindungan dan transparansi soal kejelasan kasusnya seperti apa gitu.
| Duduk Perkara Kades Banjaranyar Banyumas Didesak Mundur Oleh Warganya |
|
|---|
| Kisah Warga Banyumas Terbantu Sedekah Sayur di Tengah Melonjaknya Harga Bahan Pokok |
|
|---|
| Kebutuhan Rumah Subsidi di Banyuma Capai 6.600 Unit |
|
|---|
| Banyak Warga Banyumas Tak Laporkan Kematian Keluarga Agar Tak Kehilangan Bansos |
|
|---|
| Nasib 60 Juru Parkir Indomaret di Banyumas Setelah Diterapkan Kebijakan Parkir Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260512_AKSI-MAHASISWA-Suasana-depan-Mapolresta-Banyumas.jpg)