Voli Korea
Pelatih Liga Voli Korea Kritik Sistem Rekrutmen Pemain Asing
Dalam arena voli profesional Korea Selatan, ketegangan muncul antara sejumlah pelatih dan Federasi Bola Voli Korea (KOVO) terkait sistem rekrutmen
TRIBUNJATENG.COM - Dalam arena voli profesional Korea Selatan, ketegangan muncul antara sejumlah pelatih dan Federasi Bola Voli Korea (KOVO) terkait sistem rekrutmen pemain asing, baik dari Asia maupun Non-Asia.
Meskipun pemain asing Asia telah memberikan dampak positif bagi tim-tim Liga Voli Korea, terutama di sektor putri, namun kritik terhadap cara KOVO dalam rekrutmen terus bergema.
Sistem rekrutmen yang diterapkan KOVO meminta semua pemain asing, tanpa memandang asalnya, untuk melamar dan terdaftar di Draft Try-Out V-League pada setiap musim kompetisi.
Para pevoli ini kemudian diharuskan datang ke Korea Selatan untuk menjalani seleksi. Regulasi ini mendapatkan sorotan tajam dari beberapa pelatih terkemuka di Liga Voli Korea.
Menurut Marcello Abbondanza, pelatih dari Incheon Pink Spiders, dan Tommi Tiilikainen, pelatih dari Incheon Korea Air Jumbos, regulasi yang diterapkan KOVO dianggap sangat menyulitkan.
Mereka merasa bahwa cara ini tidak efisien dalam mendatangkan pemain asing baru untuk tim mereka. Berbeda dengan sistem rekrutmen di liga-liga lain seperti Superlega Italia dan SultanLigi Turki, yang memungkinkan klub untuk langsung bernegosiasi dengan pemain yang mereka inginkan.
Pelatih-pelatih ini percaya bahwa regulasi yang lebih fleksibel akan memungkinkan klub untuk mendapatkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam memperkuat pola permainan. Dengan demikian, klub dapat lebih efektif dalam mengejar sukses dalam kompetisi.
KOVO, sebagai badan pengatur, telah menanggapi kritik tersebut dengan mempertimbangkan ulang sistem rekrutmennya. Mereka menyadari pentingnya mendengarkan masukan dari para pelatih dan klub untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing Liga Voli Korea.
Kritik terhadap sistem rekrutmen pemain asing ini menunjukkan bahwa ada dorongan untuk perubahan dan peningkatan dalam industri voli Korea Selatan. Semoga dengan adanya dialog terbuka antara pelatih, federasi, dan klub, dapat menciptakan sistem yang lebih baik untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas kompetisi voli di Korea Selatan.
Baru-baru ini Liga Voli Korea mendapatkan kabar soal perpanjangan kontrak dua pevoli asing Asia untuk musim 2024/2025.
Adalah Daejeon JungKwanJang Red Sparks dan Suwon Hyundai Hillstate yang memilih untuk mempertahankan pemain asing Asia musim lalu.
Red Sparks memutuskan meneken kontrak baru oppoiste Timnas voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi.
Seabrek prestasi individu berhasil ditorehkan Megawati selama memperkuat Red Sparks di Liga Voli Korea 2023/2024.
Tak hanya sebatas menjadi penyumbang poin terbanyak, pevoli asal Jember, Jawa Timur ini juga menunjukkan efektivitas permainan bagus. Dia juga menjadi bagian pilar permainan skuad asuhan Ko Hee-jin, mengakhiri penantian 7 tahun untuk menembus babak play-off.
Sedangkan Hyundai Hillstate, sangat cukup memiliki alasan untuk mempertahankan outside hitter asal Thailand, Wipawee Srithong.
| Meski Megawati Hangestri Raih 31 Poin, Rekor Kemenangan Beruntun Red Sparks Terhenti |
|
|---|
| Mega Hagestri Jadi Pahlawan, Red Sparks Tundukkan Hillstate Lewat Servis Beruntun Dramatis |
|
|---|
| Smes Megatron Antarkan Red Sparks ke Final KOVO Cup 2024, Siang Ini Hadapi Hyundai Hillstate |
|
|---|
| Jadwal dan Daftar Pemain Laga All Star Liga Voli Korea Selatan 2024, Megawati Hangestri Terpilih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pebola-voli-putri-Indonesia-Megawati-Hangestri-Pertiwi-melepaskan-spike.jpg)