Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

kominfo kota pekalongan

Inggit Soraya Panen di Kebun Pinggir Kali Setu Pekalongan, Wujud Optimalisasi Lahan Pekarangan

Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya panen bersama hasil kebun tersebut, Minggu (5/5/2024).

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
Dok Kominfo Kota Pekalongan
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya saat panen bersama hasil kebun, di kebun Pinggir Kali Setu (Pikatu) yang terletak di Lapangan Jenggot. di Minggu (5/5/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemenuhan gizi keluarga, bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan atau kebun yang ada di lingkungan sekitar, seperti yang dilakukan oleh Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, lewat kebun Pinggir Kali Setu (Pikatu) yang terletak di Lapangan Jenggot.

Keberadaan kebun Pikatu mendapatkan, apresiasi dari Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya saat panen bersama hasil kebun tersebut, Minggu (5/5/2024).

Baca juga: Inggit Soraya Terus Gelorakan Partisipasi PAUD di Usia Emas Demi Hak Pendidikan Anak Usia Dini

“Alhamdulillah, saya ikut memanen di kebun Pikatu senang sekali, dan juga mengapresiasi pihak yang terlibat dalam pengelolaan kebun ini seperti kader PKK, kader posyandu, kelompok tani wanita dan karang taruna."

Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya saat panen bersama hasil kebun 2
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya saat panen bersama hasil kebun, di kebun Pinggir Kali Setu (Pikatu) yang terletak di Lapangan Jenggot. di Minggu (5/5/2024).

"Hasil kebunnya sangat beragam seperti cabai, tomat, terong, kacang panjang, luar biasa semuanya segar dan bagus," kata Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya.

Melihat aneka ragam hasil pangan dari kebun tersebut, Inggit berharap hal ini dapat dijadikan inspirasi kelurahan lain untuk mendorong gerakan menanam buah atau sayuran di pekarangan atau kebun.

Baca juga: Inggit Soraya Terus Gelorakan Partisipasi PAUD di Usia Emas Demi Hak Pendidikan Anak Usia Dini

"Sehingga, bisa menambah keanekaragaman pangan masyarakat sekitar," imbuhnya.

Inggit menambahkan, bahwa bahan pangan yang berasal dari kebun yang dikelola mandiri lebih terjamin keamanan dan mutunya, sebab bebas dari pestisida dan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved