Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pigub Jateng

Janji Sudaryono untuk Nelayan di JawaTengah, Akses Permodalan Hingga Infrastruktur

Provinsi Jateng memiliki nelayan dengan jumlah terbanyak di Indonesia. Hal tersebut dicatat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Aktivitas sejumlah nelayan di Pesisir Utara Kota Semarang saat sore hari, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Provinsi Jateng memiliki nelayan dengan jumlah terbanyak di Indonesia.


Hal tersebut dicatat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2020.


Di mana total nelayan yang tersebar di Jateng mencapai 526 ribu orang lebih. Sedangkan posisi kedua ada Sulawesi Selatan dengan 467 ribu nelayan.


Banyaknya nelayan di Jateng juga berpotensi dalam hal membangkitkan perekonomian.

 

Misalnya, hasil tangkapan ikan laut dafi para nelayan di wilayah Jateng.


Mengutip data dafi Dinas Kelautan Provinsi Jateng, hasil tangkapan ikan laut pada triwulan III 2023 mencapai 89,9 ribu ton lebih.


Dari total tersebut, Pelabuhan Pati, Bajomulyo dan Pelabuhan Tasik Agung, kabupaten Rembang mencatatkan produksi terbesar.


Di mana produksi tangkapan ikan di Pelabuhan Pati, Bajomulyo, mencapai 43,3 ribu ton dengan nilai produksi Rp 689 miliar lebih.


Kemudian produksi tangkapan ikan di Pelabuhan Tasik Agung, kabupaten Rembang  tembus di angka 35,3 ribu ton dengan nilai produksi 217 miliar lebih.


Meski demikian, kesejahteraan nelayan di Jateng bisa dikatakan tak sebanding dengan kontribusi membangun perekonomian.


Berbagai permasalahan masih membelenggu para nelayan di Jateng, dari kemiskinan, subsidi BBM yang belum merata, tingkat pendidikan rendah hingga perlindungan bagi nelayan.


Ketimpangan tersebut diakui oleh Salim (43) satu di antara nelayan asal Kabupaten Pati.


Ia berujar, pemerintah kurang serius mengentaskan permasalahan yang dihadapi oleh nelayan.


"Kondisi tersebut bisa dilihat di wilayah pesisir di Jateng ini, kami yang berjuang namun tanpa ada perhatian dari pemerintah. Nasib kami masih terkatung-katung," ucapnya, Minggu (5/5/2024).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved