Pigub Jateng
Janji Sudaryono untuk Nelayan di JawaTengah, Akses Permodalan Hingga Infrastruktur
Provinsi Jateng memiliki nelayan dengan jumlah terbanyak di Indonesia. Hal tersebut dicatat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
Diakuinya, mayoritas nelayan berpendidikan rendah dan selalu mengandalkan pemodal.
Jika ada pemodal yang punya kapal para nelayan ikut bekerja, namun untuk mandiri ia menuturkan kesulitan.
"Kalau nelayan kecil seperti saya sangat terkendala dengan BBM yang sampai sekarang tak jarang terjadi kelangkaan," jelasnya.
Ia mengaku, banyak masalah yang dihadapi nelayan dari perekonomian yabg kurang baik hingga perlindungan jiwa.
Bahkan Salim menuturkan, tidak ada nelayan kecil yang bisa menjual hasil tangkapan dengan harga baik.
"Karena tengkulak masih banyak dan mereka yang punya modal. Kalau pemerintah menfasilitasi nelayan kecil dalam hal pemasaran kemungkinan pemasukan kami lebih baik. Karena hingga kini harga tangkapan tak sebanding dengan resiko saat menangkap ikan hingga modal melaut," tutur Salim.
Hal tersebut didengar oleh Sudaryono, Ketua DPD Partai Gerindra Jateng yang digadang-gadang bakal masuk dalam bursa Pilgub Jateng mendatang.
Ia mengakui dengan jumlah nelayan mencapai 526 ribu orang, sektor perikanan, termasuk aktivitas nelayan, berperan signifikan di Jateng.
Sudaryono juga menuturkan produksi ikan dan garam, budidaya, pengolahan, dan perdagangan hasil perikanan memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Jateng.
"Saya menaruh perhatian tinggi terhadap peningkatan masa depan para nelayan dengan konsep Inovasi, Investasi, Inkubasi (3I)," ucapnya.
Dikatannya, berbagai program dan strategi telah disusun untuk mendorong perkembangan nelayan dan sektor perikanan, antara lain kemudahan akses permodalan dan fasilitas bagi para nelayan Jayeng yang memadai.
Tujuannya agar para nelayan dapat memperbarui peralatan, membeli bahan bakar secara konstan dan terjangkau, asuransi nelayan dan juga pemberdayaan komunitas.
Lewat hal tersebut ia berharap para nelayan dapat mengelola usaha dengan baik nantinya.
Selain itu, ketersediaan infrastruktur juga penting sehingga rantai pasok perikanan dapat berjalan efektif dan efesien.
Dari sisi permintaan, menu ikan juga perlu diinisiasi dalam program makan siang gratis bagi anak sekolah.
Tak kalah pentingnya juga adalah pendidikan dan pelatihan sehingga nantinya mereka dapat bersaing.
"Untuk itu, diperlukan gotong royong semua pemangku kepentingan, baik Pemerintah, masyarakat, LSM dan sektor swasta untuk mengembangkan kebijakan dan program sektor kelautan dan perikanan," imbuhnya. (*)
| Momen Hari Jadi Boyolali Akan Ada Bagi-bagi Soto Gratis, Simak Waktu Pelaksanaannya |
|
|---|
| Penipuan Berkedok Haji Plus Sasar Lansia, Sri Wijiningsih Akhirnya Gagal Beri Kejutan |
|
|---|
| Periksa Dugaan Investasi Bodong Eks Pegawai Mandiri Taspen, OJK Janjikan Simpanan Lebih Aman |
|
|---|
| Satpol PP Ciduk Pelaku yang Berburu Pasangan Hubungan Seks Sesama Jenis di Taman Sriwedari Solo |
|
|---|
| Orang Tua Calon Siswa Minta Aturan Usia dan Zonasi Dievaluasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Aktivitas-sejumlah-nelayan-di-Pesisir-Utara-Kota-Semarang-saat-sore-hari.jpg)