Berita Kudus
Marbot Masjid Muhammadiyah se-Indonesia Diedukasi Pengembangan Bisnis Ekonomi
Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid gelar workshop nasional Pengembangan Ekonomi Cabang Ranting dan Masjid Muhammadiyah 2024
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) menggelar workshop nasional Pengembangan Ekonomi Cabang Ranting dan Masjid Muhammadiyah 2024.
Workshop bertemakan "Sinergi Pengembangan Ekonomi dan Bisnis Cabang dan Ranting serta Masjid Muhammadiyah" se-Indonesia ini digelar selama tiga hari, Kamis - Sabtu (9-11/5/2024) di aula pertemuan Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus.
Diikuti kurang lebih 200-an peserta dari pengurus cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah terbaik yang ada di Indonesia.
Di antaranya datang dari Palembang, Medan, Sulawesi, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Banten, DKI Jakarta, dan beberapa kota-kota besar lainnya.
Mereka diedukasi bagaimana mengembangkan bisnis ekonomi dari tingkat daerah untuk dibawa ke tingkat nasional dan internasional.
Bertujuan agar masing-masing pengurus Muhammadiyah tingkat cabang, ranting, dan pengurus masjid-masjid Muhammadiyah mempunyai usaha mandiri yang bisa dimanfaatkan untuk menyukseskan dakwah Islam.
Baca juga: Universitas Muhammadiyah Surakarta Buka Lowongan Kerja Dosen Tetap, Simak Syarat dan Kualifikasinya
Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PP Muhammadiyah, Muhamad Jamaludin Ahmad menyampaikan, workshop nasional pengembangan ekonomi merupakan salah satu program prioritas LPCRPM.
Di mana dakwah Islam dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan agama, juga menyangkut persoalan sosial dan ekonomi.
Dia menegaskan, kehadiran pengurus cabang, ranting dan masjid tidak hanya mengelola kegiatan ibadah saja, juga kegiatan muamalah yang dampaknya menghadirkan kebaikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Edukasi bisnis ekonomi ini bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, sekaligus penguatan jemaah.
Pengurus atau marbot masjid Muhammadiyah juga diedukasi untuk mengembangkan sebuah bisnis ekonomi.
Supaya kegiatan dakwah yang dikemas dengan kegiatan ekonomi bisa lebih efektif.
"Orang hidup kebutuhan tidak hanya pendidikan dan kesehatan, juga ekonomi dan sosial. Kami dorong dan mempercepat unit usaha yang bergerak di bidang ekonomi di tingkat cabang, ranting, juga masjid. Tahap pertama kami hadirkan mereka yang sudah berhasil dan punya pengalaman di bidang ekonomi," terangnya, Jumat (10/5/2024)
Kata dia, pengurus masjid juga bisa menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat.
Hadirnya kegiatan ekonomi bisa membantu terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera.
| Pimpin Apel Hari Kartini, Wabup Kudus Bellinda Birton: Perempuan Harus Terus Berkarya |
|
|---|
| Operasi Harga Bahan Pokok Digelar di Kudus: Sediakan Elpiji Melon, Beras, dan Minyak Goreng |
|
|---|
| Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng di Kudus Direvitalisasi: Sejuk dan Tamannya Indah |
|
|---|
| Bulog Cek Ketersediaan Minyakita di Pasar Bitingan Kudus |
|
|---|
| Antisipasi Gangguan Keamanan, Polres Kudus Gelar Latihan Pengendalian Massa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/nting-dan-masjid-Muhammadiyah-se-Indonesia-mengikuti-workshop.jpg)