Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jepara

Disdikpora Kabupaten Jepara: Larangan Study Tour Berlaku untuk SMA dan SMK Negeri

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara menegaskan bahwa larangan studi tour dan wisata.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Tito Isna Utama
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara,Ali Hidayat buka suara soal larangan study tour di sekolah. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara menegaskan bahwa larangan studi tour dan wisata bagi sekolah berlaku untuk SMA dan SMK negeri.


Diketahui bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah sudah mengeluarkan larang secara kegiatan studi tour dan wisata bagi sekolah negeri SMA dan SMK di Jawa Tengah.


Melalui peraturan larangan yang tertuang dalam surat dinas nomor 421.7/00371/SEK/III/2024 ini muncul setelah adanya tragedi kecelakaan maut yang menimpa bus rombongan wisata SMK Lingga Kencana Depok Jawa Barat.


Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat menegaskan bahwa larangan tersebut berlaku untuk sekolah negeri SMA dan SMK di bawah Disdikbud Jateng.


Ali berpesan kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Jepara yang telah merancang kegiatan study tour untuk meningkatkan pengawasannya.


"Bagi sekolah yang sudah terlanjur memesan, merencanakan (study tour), harus diperhatikan standar keamanannya," ujar Ali, Minggu (19/5/2024).


Mulai dari kejelasan biro wisata, keamanan bus, sopir yang profesional, hingga kapasitas yang digunakan harus sesuai standar.


"Biro harus berizin resmi, busnya keluaran terbau, rekam jejak sopir bagus, dan keamanan lainnya supaya siswa bisa berangkat dan pulang dengan selamat," ucapnya.


Dia berpesan kepada pihak sekolah di bawah naungan Disdikpora Jepara (TK/Paud, SD dan SMP) untuk melaporkan kegiatan ke dinas pendidikan terkait pelaksanaan kegiatan pariwisata dan study tour yang diadakan. 


"Kalau ada pemberitahuan, kami bisa ikut memantau dan mengotrol jika terjadi sesuatu," jelasnya.


Sementara bagi sekolah yang belum merencanakan kegiatan study tour, Ali mengimbau untuk tidak perlu melaksanakan. 


Hal ini sebagai bentuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.


"Saya mewanti-wanti, mengimbau pelaksanaan studi tour dan pariwisata di akhir tahun agar lebih diawasi," pesannya. 


Di sisi lain, Kepala SMK Walisongo Pecangaan, Irbab Aulia Amri mengatakan bahwa sekolah yang menggelar study tour perlu memperhatikan persiapan dan keamanan dari penyelenggara.


"Di sekolah kami juga ada kunjungan industri, saya selalu mempertimbangkan keamanan dan kesiapan baik dari sekolah maupun biro-nya," ujar Irbab.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved