Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Kemeriahan Tradisi Jembul Tulakan Disambut Ribuan Warga Donorojo Jepara

Warga Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara menyambut antusias tradisi Jembul Tulakan.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/TITO ISNA UTAMA
TRADISI JEMBUL TULAKAN - Warga antusias memikul jembul dan diarak di depan panggung dalam Tradisi Jembul Tulakan di Kecamatan Donorojo, Jepara, Senin (20/5). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Warga Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara menyambut antusias tradisi Jembul Tulakan.

Pantauan Tribunjateng di lokasi, nampak warga desa memadati lokasi Tradisi Jembul Tulakan.

Terlihat dua jembul utama sudah terparkir usai diarak warga setempat.

Baca juga: Sejarah Tradisi Perang Obor di Jepara, Bermula dari Pertikaian yang Berujung Keberkahan

Di belakangnya, beberapa orang terlihat memikul jembul, diiringi dendang lagu tembang Jawa.

Upacara tradisi Jembul Tulakan di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara dimulai, Senin (20/5/2024).

Satu diantara warga Dukuh Krajan Desa Tulakan, Kodriyah (45) mengatakan tradisi ini sudah ada bertahun-tahun. 

Dia menyebut, biasanya masyarakat mengambil jembul untuk diletakkan di sawah supaya hasil pertanian lancar.

"Biasanya memang setelah acara banyak yang minta jembul, untuk ditaruk di saben (sawah, red) atau lainnya," ucapnya.

Lebih lanjut, Kepala Desa Tulakan, Budi Sutrisno mengatakan bahwab tradisi yang sudah turun temurun dilakukan masyarakat Desa Tulakan sebagai bentuk penghormatan kepada Ratu Kalinyamat.

Tradisi sedekah bumi itu digelar setiap Senin pahing di bulan Zulkaidah. 

Ada empat jembul utama yang dibawa setiap perwakilan dukuh di Desa Tulakan.

Budi Sutrisno menjelaskan bahwa tradisi tahunan ini sebagai bentuk untuk mengenang satu peristiwa bersejarah dari Ratu Kalinyamat.

"Tradisi ini bermula karena adanya kepercayaan kepada Ratu Kalinyamat, sumpah sang satu atas kesetiaan dan kecintaan kepada mendiang suaminya," kata Budi.

Dia menuturkan bahwa tradisi ini untuk mengenang peristiwa ketika Sang Ratu melakukan sumpah dan tapa wuda singgang rambut di Pertapaan Sonder. 

Dari situ kata Budi, ditemukan bukti rambut dibungkus bambu  di Bukit Donorojo.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved