UIN Saizu Purwokerto
Bincang Isu Politik: Mahasiswa UIN Saizu Menolak Apatisme, Membangkitkan Semangat Kritis Mahasiswa
Gelar Bincang Isu Politik: Mahasiswa UIN Saizu Menolak Apatisme, Membangkitkan Semangat Kritis Mahasiswa
Gelar Bincang Isu Politik: Mahasiswa UIN Saizu Menolak Apatisme, Membangkitkan Semangat Kritis Mahasiswa
TRIBUNJATENG.COM - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Saizu Purwokerto menggelar Bincang Isu Politik di Auditorium kampus setempat. Kegiatan mengangkat tema "Menyingsingkan Tirai Apatisme Mahasiswa Menuju Kesadaran Politik yang Berkembang"
Ketua Pelaksana Bincang Isu Politik, Nadja Auludin menyebutkan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya DEMA FEBI untuk meningkatkan wawasan mahasiswa secara mendalam terhadap isu-isu politik terkini. Ini juga dapat meningkatkan kepekaan dan kemampuan terhadap fenomena-fenomena politik.
"Kegiatan Bincang Isu Politik ini digagas oleh Kementerian Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DEMA FEBI UIN Saizu Purwokerto. Acara untuk membincangkan hal-hal politik yang hangat terjadi ini mengundang dua pemateri, dari akademisi dan aktivis," ungkapnya Selasa (21/5/2024).
Dari akademis, mengundang Wildan Humaydi selaku Dosen Fakultas Syariah dan Kepala Jurusan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Tata Negara UIN Saizu Purwokerto. Sedangkan dari aktivis mengundang Gielbran Mohammad Noer, Presiden BEM KM UGM Tahun 2023 dan Founder Of Forum Anomali.
Substansi materi yang disampaikan membahas terkait isu-isu yang sedang ramai di sebagian besar universitas di Indonesia. Salah satunya mengenai kenaikan biaya pendidikan dan gaji buruh, termasuk dampaknya terhadap mahasiswa dan masyarakat luas.
Para pembicara juga tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis. Akan tetapi, mereka juga memberikan contoh-contoh konkret dan menganalisis dampak dari kenaikan biaya pendidikan dan gaji buruh, terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.
"Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen mahasiswa UIN Saizu Purwokerto, delegasi dari masing-masing kelas di FEBI, Presiden BEM Unsoed dan Universitas Amikom, serta seluruh Presiden DEMA Fakultas yang ada di Kampus UIN Saizu Purwokerto," beber dia.
Menurut Auludin, manfaat yang bisa diambil dari acara bincang isu politik ini adalah menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air serta kritis terhadap masalah-masalah berbangsa dan bernegara. "Kami berharap acara ini dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi kita semua,” tutur dia.
Suasana auditorium penuh semangat dan antusiasme, menunjukkan tingginya minat para mahasiswa untuk memahami dan terlibat dalam isu-isu politik, sehingga acara ini lancar dan sukses dilaksanakan.
| Rektor UIN Saizu: Momentum Hardiknas 2026 Jadi Ajang Evaluasi Kurikulum Perguruan Tinggi |
|
|---|
| Hari Buruh dan Hardiknas: Saat Pendidikan Dipertanyakan sebagai Ruang Emansipasi |
|
|---|
| Pascasarjana UIN Saizu Gelar Ujian Doktor ke-86, Angkat Disertasi tentang Pendidikan Afektif |
|
|---|
| Artikel Mahasiswa MPI UIN Saizu Tembus Jurnal SINTA 3, Riset Pendidikan di Filipina Jadi Sorotan |
|
|---|
| Diklat Administrasi 2026 UIN Saizu Perkuat Profesionalitas Organisasi Mahasiswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/uin-saizu-2205-1420.jpg)