Berita Jepara
BMKG Ajak Nelayan Jepara Tingkatkan Keselamatan Dan Kenali Cuaca
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah tengah berencana untuk akan menyelenggarakan Pelatihan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah tengah berencana untuk akan menyelenggarakan Pelatihan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Kabupaten Jepara.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan para nelayan dalam mencari ikan dan memperluas pengetahuan mereka tentang kondisi laut serta cuaca.
Rencana itu disampaika Kepala BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Taruna Mona Rachman beserta jajarannya.
Audiensi tersebut dipimpin oleh Sekertaris Daerah Jepara Edy Sujatmiko didampingi Kepala Dinas Perikanan Jepara, Farikhah Elida, serta jajarannya di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Jepara, Senin (27/05/2024).
Dalam SLCN ini, nelayan akan diajari berbagai keterampilan penting, termasuk cara membaca gelombang laut, mengidentifikasi daerah tangkapan ikan yang potensial, serta memahami peta gelombang.
Edy Sujatmiko menyambut baik langkah ini sudah lama dan ini sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat khususnya para nelayan. Ini sangat membantu nelayan Jepara dimana memiliki panjang 83 kilometer garis pantai.
“Kami dari Pemda sangat menyambut baik dan kami akan mendukung program ini. Kami telah diinformasikan lama tentang cuaca terhadap nelayan melalui gps untuk mengetahui posisi ikan, sehingga nelayan tinggal menangkap saja” ungkapnya.
Ke depannya Edy Sujatmiko meminta diadakan sekolah cuaca untuk petani garam juga, di mana wilayah Kedung juga banyak memproduksi garam.
Menurut Taruna, program ini merupakan langkah konkret dalam mendukung keselamatan nelayan dan meningkatkan produktivitas sektor perikanan.
"Kami berharap dengan adanya Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini, para nelayan di Kabupaten Jepara dapat informasi terkini dari kita dan mengatur cara mereka untuk melaut supaya lebih siap dan terlatih dalam menghadapi berbagai kondisi laut dan cuaca terutama untuk keselamatan mereka," ujarnya.
Taruna mengungkapkan banyak nelayan yang belum mendapatkan info mengenai cuaca, para nelayan masih banyak yang menggunakan perkiraan musim atau ilmu titen
SLCN ini rencananya akan dilaksanakan pada 13 Juni 2024 di Gedung Ratu Shima Jepara dan bakal dihadiri sekitar 100 orang peserta nelayan maupun penyuluh perikanan.
“BMKG akan menyediakan aplikasi dimana nelayan mengetahui posisi ikan dengan integrasi dengan cuaca. Dalam hal ini BMKG menghimpun data dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP)” kata Taruna.
Pemkab Jepara berharap bahwa melalui pelatihan ini, mereka para nelayan dapat meningkatkan keselamatan di laut, serta meningkatkan hasil tangkapan ikan mereka. (Ito)
Baca juga: Inilah Tampang Robi Setiawan, Adik Kandung Pegi Yang Dituduh Polisi Jadi Nama Samaran Selama Buron
Baca juga: Diiringi Hadroh dan Warga dari 20 Kecamatan, Kades Campurejo Daftar Bacawabup Temanggung di PDIP
Baca juga: Rekomendasi Susu Formula untuk Meningkatkan Imunitas Si Kecil
Baca juga: Manfaatkan Teknologi IoT, Indosat Gandeng Undip Digitalisasi Konservasi Mangrove
| Perayaan Dharma Shanti Nyepi di Jepara Tahun Ini Meriah, 6 Ogoh-ogoh Disiapkan Untuk 2027 |
|
|---|
| Duduk Setara di Bumi Kartini, Ribuan Warga Santap 477 Tumpeng Ingkung di Malam Hari Jadi Jepara |
|
|---|
| Proyeksi Besar Pemkab Jepara Angkat Sektor Wisata, Infrastruktur Penunjang Jadi PR |
|
|---|
| 17 WNA dari 12 Negara Ikuti Selametan 102 Tumpeng di Pelataran Masjid Astana Sultan Hadlirin Jepara |
|
|---|
| Luwur Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat Diarak 11 Kuda dan 11 Andong Sejauh 3,8 Kilometer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Edy-Sujatmiko-Farikhah-Elida.jpg)