Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jakarta

Heboh Siswi SLB Hamil 7 Bulan, Siapa Pelakunya?

Sekolah SLB di Jakarta Barat ini heboh setelah siswinya diketahui hamil 7 bulan dan tidak diketahui siapa calon bapaknya.

Tribun Jogja/Istimewa
Ilustrasi hamil (THINKSTOCKPHOTOS) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA --  Sekolah SLB di Jakarta Barat ini heboh setelah siswinya diketahui hamil 7 bulan dan tidak diketahui siapa calon bapaknya.

Tidak hanya guru, tapi orangtua korban pun heran dan geram setelah mendapi putrinya sudah hamil 7 bulan.

Diduga korban dirudapaksa teman sekelasnya, kok bisa?

Kabar membagongkan ini  yang dialami siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kalideres, Jakarta Barat ini pun kini menjadi sorotan dari Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto.

Siswi yang berinisial AS (15) kini tengah hamil 7 bulan akibat rudapaksa yang diduga dilakukan teman kelasnya.

Pihak keluarga baru melaporkan kasus ini pada Rabu (29/5/2024) kemarin.

Uus Kuswanto akan mengecek dugaan kasus rudapaksa ini bersama dengan Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Jakarta Barat.

Diketahui, korban merupakan siswi disabilitas yang memiliki keterbelakangan dalam pendengaran, bicara, dan intelektual.

"Saya coba cek dulu sama Kasudindik, nanti saya tanya Polres dulu, kalau udah laporan sampai di mana, takut benar apa enggak dilaporin," bebernya, Kamis (30/5/2024), dikutip dari WartaKotalive.com.

Ia masih menunggu proses penyelidikan yang dilakukan petugas kepolisian.

"Iya (diserahkan ke Polres). Karena kalau menyatakan benar tidak kan kami dari Sudin juga tidak berwenang. Takut nanti menyangkut masalah hukum kan," imbuhnya.

Paman korban, Suwondo, mengatakan pihak keluarga menolak permintaan dari keluarga korban terkait tes DNA yang dilakukan sebelum bayi lahir.

Menurutnya, tes DNA yang dilakukan sebelum bayi lahir hasilnya tidak akurat.

"Artinya dari tes DNA sebelum melahirkan kan fiktif. Karena di situ diambil sampel dari air liur, rambut, dan jenis bulit ataupun darah. Makanya kami tolak," jelasnya.

Tes DNA dilakukan setelah bayi lahir untuk keamanan kandungan dan menstabilkan kondisi psikis korban.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved