Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Jurnalis Perempuan Rentan Terkena KBGO, Noni : Keamanan Digital Mutlak Diperlukan

Jurnalis perempuan rentan mengalami serangan digital di antaranya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Iwan Arifianto
Para Jurnalis Perempuan mengikuti pelatihan Keamanan Digital yang diselenggarakan  Divisi Pendidikan dan  Divisi  Gender, Anak & Marginal AJI Kota Semarang, di Kantor Kota AJI Semarang, Sabtu (1/6/2024). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Jurnalis perempuan rentan mengalami serangan digital di antaranya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Mereka rentan terpapar serangan tersebut akibat dampak dari kerja-kerja jurnalistiknya.

Untuk itu, peningkatan kapasitas terkait keamanan digital bagi jurnalis perempuan mutlak diperlukan. 

Hal itu disampaikan Fasilitator Pelatihan Keamanan Digital Jurnalis Perempuan, Noni dalam pelatihan Keamanan Digital yang diikuti belasan jurnalis perempuan dari berbagai media mainstream dan pers mahasiswa di Kantor AJI Semarang, Sabtu (1/6/2024). 

Noni mengatakan, meningkatnya kasus KBGO menjadi alarm bagi jurnalis untuk terus belajar meningkatkan kapasitas salah satunya lewat keamanan digital yang menjadi bagian dari keamanan holistik. 

Seperti dalam kasus KBGO, Noni menilai jurnalis perlu mengetahui cara mengambil langkah darurat dan strategis yang bisa dilakukan mulai dari awal seperti menutup akun, sampai melaporkan serangan itu ke perusahaan media dan organisasi profesi. 

"Kami pelajari langkah-langkah penanganan KBGO yang mengancam jurnalis selama pelatihan ini," ujarnya. 

Selain menangkal ancaman KBGO, lanjut Noni, Jurnalis Perempuan dilatih pula untuk memahami keamanan digital dan bentuk serangan digital, keamanan perangkat dan akun. 

Kemudian manajemen identitas  berupa aset digital, aplikasi kelola identitas digital serta keamanan komunikasi dan mitigasi risiko. 

Jurnalis juga diajak merancang password manajer yang lebih kuat sekaligus mencoba  perangkat security key sebagai alat untuk memperkuat password di akun digitalnya. 

"Ketika ada serangan digital jurnalis bisa melakukan tracking dan memutus arus kejahatan, misal ada peretasan bisa diantisipasi dari pengelolaan identitas digital yang baik," paparnya.

Terpisah, Kepala Divisi Advokasi Kebijakan Legal Recource Centre untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC KJHAM) Semarang, Lenny Ristiyani mengatakan, Jurnalis perempuan sangat perlu melakukan pelatihan keamanan digital karena jurnalis perempuan rentan mendapatkan kekerasan digital berupa KBGO atau Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE).


"Selain pelatihan, jurnalis  juga harus selalu skeptis tak mudah percaya sama orang baik orang terdekat, orang baru, bahkan orang yang dikenal lewat sosial media," katanya.

Merujuk data LRC-KJHAM kasus KSBE tahun 2023 ada sebanyak 13 kasus. Sepanjang tahun 2024, sudah ada aduan KSBE tetapi lembaga tersebut belum melakukan penghitungan data. "Sampai bulan ini (Juni) sudah ada laporan kasus tersebut tetapi belum kami himpun data seluruhnya," katanya. 

Lenny menyebut, para korban yang ditangani semuanya merupakan perempuan. Mereka menjadi korban akibat dibujuk rayu oleh pelaku. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved