Berita Semarang
Jurnalis Perempuan Rentan Terkena KBGO, Noni : Keamanan Digital Mutlak Diperlukan
Jurnalis perempuan rentan mengalami serangan digital di antaranya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Jurnalis perempuan rentan mengalami serangan digital di antaranya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).
Mereka rentan terpapar serangan tersebut akibat dampak dari kerja-kerja jurnalistiknya.
Untuk itu, peningkatan kapasitas terkait keamanan digital bagi jurnalis perempuan mutlak diperlukan.
Hal itu disampaikan Fasilitator Pelatihan Keamanan Digital Jurnalis Perempuan, Noni dalam pelatihan Keamanan Digital yang diikuti belasan jurnalis perempuan dari berbagai media mainstream dan pers mahasiswa di Kantor AJI Semarang, Sabtu (1/6/2024).
Noni mengatakan, meningkatnya kasus KBGO menjadi alarm bagi jurnalis untuk terus belajar meningkatkan kapasitas salah satunya lewat keamanan digital yang menjadi bagian dari keamanan holistik.
Seperti dalam kasus KBGO, Noni menilai jurnalis perlu mengetahui cara mengambil langkah darurat dan strategis yang bisa dilakukan mulai dari awal seperti menutup akun, sampai melaporkan serangan itu ke perusahaan media dan organisasi profesi.
"Kami pelajari langkah-langkah penanganan KBGO yang mengancam jurnalis selama pelatihan ini," ujarnya.
Selain menangkal ancaman KBGO, lanjut Noni, Jurnalis Perempuan dilatih pula untuk memahami keamanan digital dan bentuk serangan digital, keamanan perangkat dan akun.
Kemudian manajemen identitas berupa aset digital, aplikasi kelola identitas digital serta keamanan komunikasi dan mitigasi risiko.
Jurnalis juga diajak merancang password manajer yang lebih kuat sekaligus mencoba perangkat security key sebagai alat untuk memperkuat password di akun digitalnya.
"Ketika ada serangan digital jurnalis bisa melakukan tracking dan memutus arus kejahatan, misal ada peretasan bisa diantisipasi dari pengelolaan identitas digital yang baik," paparnya.
Terpisah, Kepala Divisi Advokasi Kebijakan Legal Recource Centre untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC KJHAM) Semarang, Lenny Ristiyani mengatakan, Jurnalis perempuan sangat perlu melakukan pelatihan keamanan digital karena jurnalis perempuan rentan mendapatkan kekerasan digital berupa KBGO atau Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE).
"Selain pelatihan, jurnalis juga harus selalu skeptis tak mudah percaya sama orang baik orang terdekat, orang baru, bahkan orang yang dikenal lewat sosial media," katanya.
Merujuk data LRC-KJHAM kasus KSBE tahun 2023 ada sebanyak 13 kasus. Sepanjang tahun 2024, sudah ada aduan KSBE tetapi lembaga tersebut belum melakukan penghitungan data. "Sampai bulan ini (Juni) sudah ada laporan kasus tersebut tetapi belum kami himpun data seluruhnya," katanya.
Lenny menyebut, para korban yang ditangani semuanya merupakan perempuan. Mereka menjadi korban akibat dibujuk rayu oleh pelaku.
| Nasib 29 PKL Gajah Raya Masih Menggantung, Pemkot Semarang Tawarkan Opsi Relokasi ke Pasar Johar |
|
|---|
| Klub Sepatu Roda Kairos Semarang Borong 15 Emas di Ajang Internasional Pekanbaru |
|
|---|
| Sidang Kredit Sritex, Saksi Ahli: Turunnya Angka Fidusia Tanggung Jawab Debitur Nakal, Bukan Bank |
|
|---|
| Psikolog SCU: Pembatasan Medsos Anak Perlu, tapi Penguatan Kontrol Diri Lebih Penting |
|
|---|
| Viral Sopir Pengangkut Sampah DLH Kota Semarang Terobos Lampu Merah, Berakhir Kena Sanksi Permanen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Marginal-AJI-Kota-Semarang.jpg)