Berita Semarang
Dewan Dorong Disdik Segera Persiapan Pemindahan SMPN 16 Semarang
DPRD Kota Semarang mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang segera mempersiapkan rencana pemindahan SMPN 16 Semarang
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang segera mempersiapkan rencana pemindahan SMPN 16 Semarang.
Persiapan perlu dilakukan mulai sekarang meski pemindahan direncanakan tahun depan.
Komisi D DPRD Kota Semarang, Swasti Aswagati mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan lebih awal agar kondisi sekolah nyaman digunakan saat pindah nanti.
"Misal selesai pekerjaan September, September baru mulai (persiapan) jangan gitu. Yang bisa disiapkan lebih awal segera disiapkan," ujar Asti, sapaannya, usai meninjau gedung baru SMPN 16 Semarang, Rabu (5/6/2024).
Dari hasil kunjungannya, dia menyebut, masih ada yang perlu diselesiakan antara lain ketersediaan jaringan air dan kelistrikan. Itu menjadi poin penting yang bisa disiapkan sejak dini.
"Air sebelah sini sudah sebelah sana belum. Artinya, bukan belum ada anggaran tapi jaringan belum diselesaikan," jelasnya.
Selain itu, lanjut Asti, pembangunaan yang saat ini berjalan bisa paralel dengan upaya penghijauan. Dengan penghijauan lebih awal, akan semakin baik karena membuat suasana sekolah rindang saat ditempati.
Menurutnya, penghijauan bisa dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meminta bibit tanaman. Sedangkan, penanaman bisa dilakukan secara kerja bhakti.
"Penanamannya bisa kerja bakti atau pakai relawan. Bisa dilakukan di awal ini, tidak ada alat berat riwa-riwi," ujarnya.
Selanjutnya, Asti juga menyoroti keamanan di lingkungan sekolah memgingat berada di jalur cepat.
Jika jembatan penyeberangan orang (JPO) belum dapat dibangun pada APBD Perubahan 2024, dia menyarankan untuk dipasang rambu khusus yang menandai adanya sekolah. Selain itu, perlu ada petugas yang membantu anak-anak menyebrang.
"Piket outsourching kan bsa untuk membantu anak-anak menyebrang. Kita targetkan Januari 2025 bisa digunakan," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, perlu ada pengenalan kepada siswa terkait lingkungan sekolah baru mereka yang dikemas melalui kegiatan misalnya kerja bhakti atau kemah bhakti.
"Sehingga, mereka akan lebih familiar dengan lokasi ini. Mana yang bahaya, mana yang tidak dalam konteks keselamatan dan kenyamanan. Anak-anak akan mengikuti proses membelajaran disini," jelasnya. (eyf)
Baca juga: Training Center SMC RS Telogorejo Terakreditasi A dari Kementerian Kesehatan RI
Baca juga: Nonton TV Online Ini Link Live Streaming Hari Kedua Indonesia Open 2024, Tayang di INews TV
Baca juga: Kebakaran Gedung Arsip RS Permata Blora, Ini Dugaan Awal Penyebabnya
Baca juga: Golkar Jawa Tengah di Pilgub Jateng 2024: Merapat ke Hendi atau Ahmad Luthfi?
| Nasib 29 PKL Gajah Raya Masih Menggantung, Pemkot Semarang Tawarkan Opsi Relokasi ke Pasar Johar |
|
|---|
| Klub Sepatu Roda Kairos Semarang Borong 15 Emas di Ajang Internasional Pekanbaru |
|
|---|
| Sidang Kredit Sritex, Saksi Ahli: Turunnya Angka Fidusia Tanggung Jawab Debitur Nakal, Bukan Bank |
|
|---|
| Psikolog SCU: Pembatasan Medsos Anak Perlu, tapi Penguatan Kontrol Diri Lebih Penting |
|
|---|
| Viral Sopir Pengangkut Sampah DLH Kota Semarang Terobos Lampu Merah, Berakhir Kena Sanksi Permanen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kondisi-SMPN-16-Semarang-Terkini.jpg)