Berita Batang
PMB Ungkap Peradaban Kuno di Batang Lebih Tua dari Mataram Yogyakarta dan Majapahit
Banyak fakta menarik, diantaranya: Batik, yang selama ini dianggap mulai ada sejak zaman Majapahit abad ke-13, ternyata telah ada di Batang sejak abad
Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Sejarah merupakan salah satu pondasi untuk membangun bangsa agar lebih baik kedepan.
Banyak fakta menarik, diantaranya: Batik, yang selama ini dianggap mulai ada sejak zaman Majapahit abad ke-13, ternyata telah ada di Batang sejak abad ke-8, diketahui melalui prasasti Gringsing.
Hal itu disampaikan Ketua PMB Heppy Trenggono saat Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB) menggelar acara “Ngopi Bareng Pegiat Sejarah Batang” di Resto Pawon Simbah.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pegiat sejarah, tokoh masyarakat, dan pemuda Batang yang memiliki ketertarikan dalam memahami sejarah daerahnya.
“Dari Prasasti yang ditemukan, diketahui bahwa kelahiran Wangsa Syailendra terkait erat dengan wilayah Batang.
Sri Sultan Hamengkubuwono X, Raja Mataram, Yogyakarta, mengakui bahwa nenek moyangnya adalah Ratu Batang, dari Batang,” ungkap Heppy.
Selain itu, lanjut dia, banyak sekali ditemukan prasasti, candi, dan situs sejarah lain yang tersebar di seluruh wilayah Batang, yang menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki peran signifikan dalam perkembangan peradaban Hindu-Budha di Indonesia.
Menurut Presiden Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) ini, Kabupaten Batang telah ada sejak tahun 1614 dengan wilayah yang membentang hingga Wonosobo dan Banjarnegara.
Peradaban yang ada di Batang lebih tua dari Mataram Yogyakarta, Majapahit, dan candi Borobudur.
Ia berharap, ini menjadi langkah awal dari banyak inisiatif lain yang akan terus mengangkat sejarah dan budaya Batang ke permukaan, mendukung pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakatnya.
“Acara ini tidak hanya memberikan wawasan baru mengenai sejarah Batang, tetapi juga memperkuat jati diri generasi muda Batang, sehingga mereka dapat tumbuh dengan rasa bangga terhadap warisan budaya dan sejarah daerahnya,” pungkasnya.(din)
Baca juga: 200 Ekor Lebih Sapi Milik Peternak Karanganyar Ludes Terjual Jelang Idul Adha
Baca juga: Burhanis Bos Rental Dipukuli di Sukolilo Pati Dimakamkan di Pesantren Agar Didoakan Banyak Santri
Baca juga: Kick Off Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang Tanam 3 Ribu Bibit Pohon di Sekitar Waduk Jatibarang
Baca juga: Tampang Burhanis Bos Rental Mobil Korban Pengeroyokan di Pati Hingga Tewas: Dikenal Suka Berbagi
| Koperasi Desa di Batang Bergerak, Truk dan Tosa Langsung Dikirim ke 72 Desa |
|
|---|
| Bupati Batang Janjikan Dana Pensiun untuk Perangkat Desa, Target Mulai Bergulir Sebelum 2029 |
|
|---|
| Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku Kasus Pencabulan Anak di Batang |
|
|---|
| Kisah Cinta Bupati Batang Faiz Kurniawan: Dari Bobot 129 Kg ke 86 Kg, Motif Diet karena Istri |
|
|---|
| Dugaan Pencabulan Anak di Bawang Batang, 2 Korrban Ungkap Kesaksiannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Perkumpulan-Masyarakat-Batang-Ngopi-Bareng.jpg)