Berita Blora
Jumlah Orang Bekerja di Sektor Pertanian Menurun, Begini Respons Kepala DP4 Blora
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora mencatat jumlah masyarakat yang bekerja di sektor pertanian di Blora mengalami penurunan.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora mencatat jumlah masyarakat yang bekerja di sektor pertanian di Blora mengalami penurunan.
Berdasarkan data BPS Blora, pada 2022 jumlah masyarakat Blora yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 43,65 persen.
Sementara pada 2023, jumlah masyarakat Blora yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 43,52 persen.
Baca juga: Dalih Penyebab Lamanya Penanganan Kasus Oknum Polwan Tipu Petani Subang: Beda dengan Pembunuhan
Artinya terjadi penurunan sekira 0,13 persen.
Menurut Statistisi Madya BPS Blora, Suparman, pertanian menjadi salah satu sektor yang kurang diminati.
Karena dinilai tidak menjanjikan.
"Seseorang lebih senang bekerja menjadi buruh di perusahaan daripada menjadi buruh di bidang pertanian, karena tidak menjanjikan," terangnya.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, turut buka suara.
"Kalau secara global memang seperti itu (terjadi penurunan masyarakat yang bekerja di pertanian-red). Tetapi bukan berarti di pertanian tidak menarik," jelasnya, kepada Tribunjateng, Rabu (12/6/2024).
Ngaliman mengklaim geliat petani milenial di Blora saat ini tinggi. Terlihat dari beberapa petani milenial yang mulai terjun pada usaha di sektor pertanian.
"Ini anak-anak milenial di Kabupaten Blora geliatnya malah terasa sekarang. Seperti petani milenial di Banjarejo, itu dia menanam sayuran hidroponik. Lalu petani milenial di Japah, itu dia budidaya melon di dalam greenhouse," jelasnya.
Lebih lanjut, Ngaliman juga akan melakukan diskusi bersama petani-petani milenial yang ada di Blora untuk membahas masa depan pertanian di Blora.
"Upaya dari kita, nanti akan melakukan pertemuan-pertemuan dengan petani milenial. Mereka akan diundang untuk berdiskusi. Perkumpulan petani milenial itu nanti bisa memantik anak muda lain bisa menyukai dunia pertanian," jelasnya.
Bahkan, Ngaliman berencana ke depan bakal mengundang tim dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk membimbing petani milenial yang ada di Blora.
Baca juga: Banyak Petani Gagal Panen, DP4 Blora Sebut Akan Lakukan Pendataan dan Upayakan Bantuan Bibit
"Ke depan kita akan mengundang tim dari Polbangtan ya, untuk membina mereka (petani milenial) ke depannya seperti apa," terangnya.
Ngaliman meyakini dengan majunya petani milenial ke depan bisa mempengaruhi minat anak muda di Blora bisa cinta dengan dunia pertanian.
"Apalagi, saat ini teknologi pertanian sudah semakin maju. Dengan adanya alih teknologi itu anak-anak muda bisa cinta dengan pertanian," paparnya.(Iqs)
| Wayang Krucil Desa Janjang Tampil Perdana di Pendopo Bupati Blora |
|
|---|
| Kronologi Ibu dan Anak di Blora Tersengat Listrik saat Banjir Masuk Rumah, Sang Ibu Meninggal |
|
|---|
| Banjir Luapan Sungai di Cepu Blora Sempat Rendam Ratusan Rumah, 1 Warga Meninggal Tersetrum |
|
|---|
| Rumah Milik Warga Banjarejo Blora Terbakar Akibat Tersambar Petir |
|
|---|
| 240 PPPK Tenaga Kesehatan Blora Ikuti Orientasi, Wabup Sri Setyorini Tekankan Layanan Proaktif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seorang-petani-sedang-memanen-padi-di-Blora.jpg)