Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

UPDATE : Kasus Keracunan Candisari Semarang, Anak Pemilik Catering Diduga Ikut Keracunan

Satreskrim Polrestabes Semarang masih mendalami kasus dugaan keracunan massal di Kelurahan Jomblang, Candisari, Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/Iwan Arifianto
Kapolsek Candisari Iptu Handri Kristanto menunjukkan foto mi goreng yang diduga menjadi sumber keracunan massal yang dialami warga di RT 6 RW 10 Tandang, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jumat (7/6/2024).  

"Acara arisan itu rutin sebulan sekali diikuti warga satu RT. Tidak nyangka akan seperti ini," kata dia.

Pemilik acara, Ari Yuniarti (46) mengatakan, arisan PKK  yang berbuntut keracunan memang dilakukan di rumahnya.

Kala itu, ia menyajikan sejumlah makanan berupa mi goreng, tahu bakso, pisang cokelat (piscok) dan kacang.

Ia memesan makanan itu dari sebuah usaha katering di wilayah Cinde, Jomblang.

"Iya saya pesan sendiri di katering itu yang masih satu kelurahan, sudah beberapa kali pesan di situ, baru pertama kali ini ada kejadian seperti ini," beber dia.

Ia pun merasakan keracunan dari makanan tersebut yakni perut sakit luar biasa pada Senin (3/6/2024) selepas subuh.

"Ketika makan mi goreng di makan enak, tidak basi, saya yakin yang bikin keracunan dari mi-nya bukan jenis makanan lain yang disajikan," ujarnya.

Keyakinannya juga diamini oleh para korban keracunan lainnya.

Sebab, mayoritas korban merasakan keracunan selepas mengkonsumi mi tersebut.

Menurut Ari, hampir 90 persen peserta arisan yang hadir di rumahnya merasakan keracunan semua. Namun, tidak semuanya masuk rumah sakit.

"Saya kena tapi cuma sakit tiga hari. Yang tidak kuat  dibawa lari ke rumah sakit ada 20 orang, sisanya ada 50 orang hanya berobat jalan," terangnya.

Sementara, Kapolsek Candisari Iptu Handri Kristanto mengatakan, keracunan itu bermula dari acara arisan PKK yang dilakukan di rumah Ari Yuniarti.

Ketika arisan itu dihadiri sebanyak 85 orang. Mereka selepas acara membawa makanan mi goreng yang dibungkus mika untuk dibawa pulang.

Keesokan harinya,  banyak warga yang sakit dengan ciri-ciri indikasi keracunan berupa muntah, dan perut sakit.

"Warga yang tidak kuat dilarikan ke rumah sakit ada 20 orang, di RS Roemani sebanyak 11 orang, di RS Elizabeth 2 orang, sisanya di puskesmas," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved