Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

UPDATE : Kasus Keracunan Candisari Semarang, Anak Pemilik Catering Diduga Ikut Keracunan

Satreskrim Polrestabes Semarang masih mendalami kasus dugaan keracunan massal di Kelurahan Jomblang, Candisari, Kota Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/Iwan Arifianto
Kapolsek Candisari Iptu Handri Kristanto menunjukkan foto mi goreng yang diduga menjadi sumber keracunan massal yang dialami warga di RT 6 RW 10 Tandang, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jumat (7/6/2024).  

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Satreskrim Polrestabes Semarang masih mendalami kasus dugaan keracunan massal di Kelurahan Jomblang, Candisari, Kota Semarang.

Polisi saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut. 

"Iya, kami menunggu hasil laboratorium yang keluar nanti tanggal 15 Juni," ujar Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena, Rabu (12/6/2024).

Selain menunggu
hasil laboratorium untuk melengkapi penyelidikan, polisi juga telah memeriksa delapan saksi.

Para saksi tersebut terdiri dari pemilik katering dan para korban. 

"Sementara saksi masih delapan orang yang diperiksa," terangnya.

Fakta baru lainnya, ternyata anak katering diduga juga ikut mengalami keracunan.

"Anak pemilik katering juga ikut dirawat di rumah sakit akibat kejadian itu," imbuh Andika.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 warga diduga alami keracunan massal selepas mengkonsumsi mi goreng di RT 6 RW 10 Tandang, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Keracunan itu bermula ketika acara arisan PKK yang dihadiri sekira 85 orang yang terdiri dari para ibu-ibu PKK dan anak-anak,Minggu (2/6/2024) sore.

Para korban baru merasakan keracunan pada keesokan harinya, Senin (3/6/2024) pagi.

Tak ayal, puluhan warga lalu dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas.

"Lima orang sudah dibawa pulang hari ini, sisanya masih dirawat di rumah sakit," jelas Ketua RT 6 RW 10 , Tandang, Ani Sulistyowati (68), Jumat (7/6/2024).

Ani yang juga merupakan  korban menuturkan merasakan pusing, mual, muntah dan diare selepas mengkonsumi mi goreng yang dibungkus mika.

Ia merasakan kondisi itu pada Senin (3/6/2024) pukul 11.00.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved