Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Mau Makan Enak Gratis, Bule Asal Pakistan Bayar Restoran Rp 29,8 Juta Pakai Transfer Rekening Fiktif

Mau makan enak gratis, bule asal Pakistan, OF (32) menipu sebuah restoran hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Editor: raka f pujangga
Kompas.com/Istimewa
OF (32), pria Pakistan yang memesan makanan berkali-kali mengunakan bukti transfer palsu saat ditangkap polisi pada Sabtu (8/6/2024). /Dok. Polsek Mengwi (Yohanes Valdi Seriang Ginta) 

TRIBUNJATENG.COM - Mau makan enak gratis, bule asal Pakistan, OF (32) menipu sebuah restoran hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Kafe yang mengalami kerugian itu berada di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali

Cara tersangka yakni memesan makanan berkali-kali menggunakan bukti transfer palsu di sebuah kafe.

Baca juga: Bule Bawa Kabur Truk di Bali, Kejar-kejaran dengan Petugas sampai Bandara

Akibatnya, pemilik restoran, TJM (36), mengalami kerugian mencapai RP 29.868.900.

Kronologi Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana mengungkap, aksi penipuan yang dilakukan turis pria ini berlangsung selama tiga bulan terhitung sejak 16 April hingga 7 Juni 2024.

"Pelaku memesan makanan berkali-kali namun pelaku mengirimkan bukti transfer pembayaran fiktif kepada korban atau pelapor," kata dia dalam keterangan tertulis pada Rabu (12/6/2024).

Adnyana menjelaskan, kasus ini terungkap setelah salah satu karyawan restoran tersebut menerima pesanan makanan, namun dengan bukti transfer atas nama Vikas Chahal pada Jumat (7/6/2024) sekitar pukul 15.00 Wita.

Saat itu, pelaku memesan berbagai makanan dan 11 botol bir dengan total pembayaran Rp Rp 1.025.100.

Curiga tidak ada uang masuk Karyawan yang merasa curiga kemudian melaporkan kepada korban TJM, selaku pemilik restoran, terkait dugaan adanya aksi scam atau penipuan oleh pelaku.

Namun, korban tetap meminta karyawannya untuk melayani pesanan tersebut.

Selanjutnya, korban meminta kepada karyawannya untuk mengecek riwayat pemesanan atas nama yang tertera di bukti transfer tersebut. 

Setelah dicek, tercatat riwayat pemesanan atas nama Vikas berlangsung sejak 16 April hingga 7 Juni 2024, dengan beraneka jumlah barang dan harga yang berbeda-beda.

"Memang benar ada riwayat bukti transfer atas nama Vikas ke rekening bisnis PT Conscious Food Collective, namun setelah dicek ternyata tidak ada uang sama sekali yang masuk ke rekening bisnis tersebut," kata dia.

Pelaku ditangkap polisi Atas kejadian tersebut, pemilik langsung membuat laporan di Polsek Mengwi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved