Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Kucing Dipaku di Pohon saat Diturunkan Kakinya Putus, Banyak Bekas Luka Penganiayaan

Selain itu, ditemukan pula beberapa luka sayatan dengan mulut dipenuhi darah yang sudah mengering

Editor: muslimah
UNSPLASH/ELVIRA VISSER
Ilustrasi kucing(UNSPLASH/ELVIRA VISSER) 

TRIBUNJATENG.COM - Viral seekor kucing ditemukan dipaku di pohong di sebuah perumahan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kucing tersebut diduga dianiaya lebih dahulu sebelum akhirnya dipaku.

Peristiwa ini diunggah oleh akun Instagram, @animaldefendersindo.

Berdasarkan keterangan di akun tersebut, peristiwa itu terjadi di Perumahan Puncak Permatan Sengkaling, Kabupaten Malang.

Baca juga: Kronologi Ayah Habisi Nyawa Ayahnya di Kebumen Jateng, Lalu Lukai Diri Sendiri

Baca juga: Daftar SMA & SMP Terbaik di Yogyakarta, Berdasarkan LTMPT dan Ujian Nasional, Info PPDB 2024

"Selasa, 18 Juni 2024, ditemukan pada pagi hari, seekor kucing dengan luka gorok di leher dan dipaku ke pohon milik warga di Perum Puncak Permata Sengkaling, Kabupaten Malang," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

Akun itu menyebut ketika kucing hendak diturunkan, kaki kirinya justru putus.

Selain itu, ditemukan pula beberapa luka sayatan dengan mulut dipenuhi darah yang sudah mengering.

"Dugaan kuat, kucing sudah terlebih dahulu dianiaya sampai tidak berdaya/mati/sekarat baru dipaku ke pohon," demikian tertulis dalam takarir unggahan tersebut.

Sementara founder Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru menyebut pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan sebelum melakukan pelaporan ke kepolisian.

"Kami saat ini masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti tambahan dulu sebelum melangkah ke pelaporan. Polisi sudah mengambil atau mengamankan kaki kucing yang dipaku ke pohon," katanya kepada Tribunnews.com, Jumat (21/6/2024).

Kendati demikian, sambungnya, peristiwa ini diduga dilakukan oleh warga perumahan setempat.

Hal ini diketahui Doni ketika dirinya mendapat informasi ada salah satu warga yang mengakui perbuatan tersebut di grup perumahan setempat.

"Ada informasi dari warga, ada salah seorang anggota WAG (WhatsApp Group) perumahan tersebut yang mengaku melakukan perbuatan tersebut," ujarnya.

Doni mengatakan CCTV yang berada di sekitar lokasi diduga mati saat peristiwa terjadi.

Sehingga, dia berharap kepolisian tetap dapat mengusut kasus ini hingga tuntas.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved