Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Mengintip Tradisi "Pernikahan Hantu" Yang Sudah Ada Sejak 3.000 Tahun Lalu

Mengintip tradisi pernikahan hantu yang digelar di China, untuk mewujudkan keinginan yang belum terlaksana.

Editor: raka f pujangga
Tribunnews
Upacara Pernikahan hantu dalam tradisional China ini bakal dilakukan untuk menghormati keinginan kedua mempelai yang telah meninggal. 

Setelah kejadian kecelakaan itu, keluarga yang bersedih berencana untuk mengadakan “pernikahan hantu”.

Hal ini dilakukan agar Jinghsan dan LI akan bersatu sebagai suami dan istri di akhirat nanti.

Mereka juga membuat foto pernikahan untuk pasangan tersebut, menurut Sin Chew Daily.

Di China sendiri, istilah “perkawinan hantu” biasanya mengacu pada pencarian pasangan bagi orang yang sudah meninggal.

Kepercayaan tradisional Tiongkok mengatakan bahwa jika orang meninggal tanpa memenuhi keinginannya, seperti menikah, mereka tidak akan menemukan kedamaian di akhirat kelak.

Bahkan bisa saja kembali menghantui orang yang masih hidup dan keluarga terdekatnya.

Pemerintahan China sendiri melarang praktik Pernikahan Hantu yang telah berusia 3.000 tahun ini.

Baca juga: Baim Wong Angkat Bocara soal Isu Pernikahan Kandas, Paula Tal Hadir di Ultah Ayah: Tanya Dia Lah

Disebutkan juga bahwa mayat dan abu dari banyak mayat perempuan muda menjadi komoditas yang diperjualbelikan.

Pada tahun 2016, seorang pria dari provinsi Gansu di barat laut Tiongkok membunuh dua wanita yang menderita kondisi kesehatan mental dan menjual tubuh mereka untuk pernikahan hantu.

Ujung ujungnya si pria itu dijatuhi hukuman mati pada tahun 2021 lalu. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Ritual ‘Pernikahan Hantu” Di Gelar Demi Menyatukan Kedua Mempelai Yang Tewas Kecelakaan Mobil

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved