Berita Pati
BREAKING NEWS: Dua Perampok Janda Juragan Emas di Pati Tertangkap
Polisi telah menangkap dua orang anggota komplotan perampok yang menyatroni rumah seorang janda juragan emas di Desa Sokopuluhan
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
Selama kurang lebih satu jam, Siti yang didampingi ibunya, Mafuah, dimintai keterangan di Mapolresta Pati.
Siti menyebut, dirinya ditanya seputar peristiwa perampokan yang menimpanya, termasuk tindakan penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap dia dan sang ibu.
”Saya ditanyai tentang peristiwa perampokan dan apa saja yang diambil perampok. Sudah saya ceritakan semua,” tutur dia.
Siti menuturkan, beberapa waktu sebelum perampokan terjadi, ada dua orang tidak dikenal mondar-mandir di sekitar rumah.
”Ada orang yang tidak kami kenali berkeliaran. Keponakan saya lihat. Itu terjadi selama empat hari. Sepertinya mereka sengaja mengintai rumah saya. Saya sebelumnya tidak curiga. Mbah (Mafuah) juga lihat ada orang ngarit (mengambil rumput) yang agak mencurigakan. Ngaritnya seperti tidak sungguh-sungguh. Berhari-hari seperti itu di samping rumah,” jelas dia.
Siti mengatakan, penyidik kepolisian juga memintainya keterangan tentang apa saja barang yang dirampok.
Siti menjelaskan, perampok membawa kabur perhiasan emas berupa kalung, anting-anting, cincin, hingga gelang seberat kurang lebih satu kilogram.
Tak hanya itu, pelaku juga membawa uang tunai Rp 32 juta dalam brankas. Sebetulnya ada uang Rp 40 juta dalam brankas. Namun, perampok meninggalkan Rp 8 juta setelah Siti mengiba minta disisakan uang untuk merawat anak-anak.
Siti mengatakan, dirinya sudah berjualan perhiasan emas sejak 2011. Emas yang digondol pencuri merupakan modal usaha uang susah payah dia kumpulkan.
Dia berharap, perhiasan emas seberat satu kilogram itu bisa kembali pada dirinya.
Apalagi, emas-emas itu merupakan harta bendanya yang masih tersisa usai dia ditinggal mendiang suaminya yang wafat beberapa bulan lalu.
Usai kerampokan, dia tidak bisa berjualan lagi lantaran seluruh modalnya habis.
Padahal, berjualan perhiasan merupakan satu-satunya mata pencaharian Siti untuk menghidupi buah hatinya yang masih duduk di bangku sekolah dan mengenyam pendidikan di sebuah pondok pesantren di Sarang, Kabupaten Rembang.
| Bukan Emas atau Uang, Cerita Vicky Menikahi Gadis Rembang Pakai Mahar Bibit Pohon Mangga |
|
|---|
| Ciri-ciri Kerangka Manusia yang Ditemukan di Gembong Pati, Laki-laki Usia 60 Tahun |
|
|---|
| Geger Mayat Tanpa Identitas di Hutan Sitiluhur Pati, Kondisi Nyaris Tinggal Tulang |
|
|---|
| Alun-Alun Kembangjoyo Pati "Mati Suri": 465 Lapak Kosong, Hanya 25 PKL yang Terpaksa Bertahan |
|
|---|
| Berkas Lengkap, Kasus Tragedi Tongtek Berdarah di Pati Telah Dilimpahkan ke Kejaksaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Korban-perampokan-Siti-Muawanah-47-bersama-ibunya-Mafuah-me.jpg)