Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Nasib Pilu Agus Rumah Seisinya Ludes Terbakar, Tak Ada Satupun Benda Bisa Diselamatkan

Agus (33), warga Dusun Ulo-ulo, Desa Belopa, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan

Editor: muh radlis
IST
Kebakaran hanguskan rumah di Luwu. (tribun timur) 

TRIBUNJATENG.COM - Agus (33), warga Dusun Ulo-ulo, Desa Belopa, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kehilangan seluruh harta bendanya setelah rumahnya terbakar habis pada Selasa (25/6/2024).

Api dengan cepat melalap seluruh bangunan, menghanguskan perabotan serta satu unit motor milik Agus.

Tidak ada satupun barang yang berhasil diselamatkan dari kebakaran tersebut.

Kapolsek Belopa, AKP Marino, menjelaskan kronologi kebakaran yang menimpa rumah Agus berdasarkan keterangan saksi.

"Menurut saudara Rusli (37), tetangga korban yang sedang menjemur pakaian di belakang rumahnya, api pertama kali terlihat berasal dari meteran listrik rumah Agus," ujar Marino, Rabu (26/6/2024).

Api dengan cepat menyebar dari bagian depan hingga ke belakang rumah korban, bahkan merambat ke dinding rumah tetangga, Rosma. Rusli segera berteriak meminta bantuan dari warga sekitar untuk memadamkan api.

"Rusli langsung menghubungi warga setempat dan mengontak pemadam kebakaran. Bersama-sama dengan warga, mereka berusaha memadamkan api," tambah Marino.

Di sisi lain, Kepala Desa Belopa, Mulyadi Mawi, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Dinas Perumahan dan Pemukiman Luwu untuk memberikan bantuan kepada korban kebakaran.

"InsyaAllah untuk sementara waktu korban diungsikan ke rumah tetangga, kami juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak semoga korban segera mendapat bantuan dan penanganan," tandasnya.

Kata Mulyadi, rumah yang terbakar tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga (KK) terdiri dari lima orang dalam rumah tersebut.

Agus sendiri, sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang batu dan istrinya membantu orang menjual makanan.

"Sementara mertuanya bernama Norma yang sudah lansia ikut membantu keluarga mengikat rumput laut dan dua orang masih anak-anak,” terangnya.

Rumah yang terbuat dari bahan mudah terbakar seperti kayu dan plastik membuat api dengan mudah menghanguskan rumah.

"Selain itu tiupan angin mempercepat api membesar dan di lokasi rumah warga tersebut berada pada gang atau lorong sempit yang membuat proses pemadaman sulit menjangkau ke dalam,” katanya.

Satu unit pemadam kebakaran yang turun dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Luwu berhasil memadamkan api.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved