Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Nasib Warga Semarang Korban TPPO di Myanmar Dipaksa Kerja Jadi Scammer

Seorang pria asal Semarang terjebak dalam mimpi buruk di Myanmar. Dipaksa jadi penipu online dan disiksa tanpa ampun!

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Tim Video Editor

"Mata korban mengalami gangguan karena dipaksa bekerja sebagai scammer di depan laptop selama 18 jam nonstop. Korban mengalami kerusakan fisik dan mental," ujarnya.

Tuti menjelaskan bahwa para korban tinggal di kamp-kamp yang dijaga oleh pasukan bersenjata karena berada di zona konflik. Informasi ini diperoleh dari keterangan dan bukti foto atau video yang dikumpulkan Jaringan Solidaritas Korban Kerja Paksa dan Perbudakan Modern Asia Tenggara.

Diperkirakan ada 60 korban dari Indonesia, tetapi yang didampingi saat ini baru delapan orang.

"Korban A juga sempat dijual ke perusahaan lain di kawasan kamp tersebut karena tidak memenuhi target. Di kamp itu, korban A bersama tujuh korban lainnya berkumpul. Kelompok korban inilah yang kami dampingi," tambahnya.

Tuti mengatakan bahwa kasus TPPO korban A akan dilaporkan ke Polda Jateng dalam waktu dekat. Selain itu, pihaknya bersama orangtua korban sudah mengirim surat permohonan bantuan ke Presiden Joko Widodo pada Rabu (26/6/2024) sore.

"Negara harus hadir. Kami tidak mungkin menjemput sendiri karena lokasi kamp korban berada di zona konflik di Myanmar," tutupnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved