Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purbalingga

Hancurnya Hati Kakak di Purbalingga Niat Bangunkan Salat Subuh Malah Temukan Adik Tewas Tergantung

Seorang perempuan warga Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
Ist. Polres Purbalingga. 
Evakuasi seorang perempuan warga Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga yang ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di dalam kamarnya, Rabu (26/6/2024) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA -  Seorang perempuan warga Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di dalam kamarnya, Rabu (26/6/2024) pagi.

Kapolsek Bukateja, Iptu Dono Hendarto mengatakan perempuan tersebut berinisial NN, berusia 23 pekerjaan swasta warga Kecamatan Bukateja.


Ia ditemukan dalam kondisi gantung diri sekira jam 05.00 WIB di dalam kamarnya.


"Korban ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri oleh kakaknya sendiri," katanya kepada Tribunbanyumas.com.


Dari keterangan yang diperoleh, kakaknya yang hendak membangunkan salat subuh, tidak ada jawaban dari dalam kamar. 


Kemudian kakaknya berinisiatif membuka pintu dengan cara didobrak dan mendapati adiknya sudah meninggal dalam kondisi gantung diri.


"Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pihak pemerintah desa yang diteruskan ke kepolisian," terangnya. 


Polisi dari Polsek Bukateja dan Inafis Polres Purbalingga yang datang kemudian melakukan pemeriksaan di TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.


Selain itu, melakukan pemeriksaan jenazah bersama tenaga kesehatan Puskesmas Kutawis Kecamatan Bukateja.


"Tidak diketahui secara pasti penyebab perempuan tersebut gantung diri


Pada jenazah tidak ditemukan tanda penganiayaan. 


Ditemukan ciri khas meninggal akibat gantung diri," ungkapnya. 


Pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti penyebab gantung diri yang dilakukan. 


Menurut keluarganya, korban sifatnya tertutup jarang bercerita apapun terkait permasalahan yang dihadapi kepada pihak keluarga. 


"Setelah dilakukan pemeriksaan kemudian jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. 


Atas permohonan pihak keluarga, jenazah tidak dilakukan autopsi," katanya.

 

CATATAN REDAKSI: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.

Bisa menghubungi RSJ Amino Gondohutomo Semarang telp (024) 6722565 atau RSJ Prof Dr Soerojo Magelang telp (0293) 363601.

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved