Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jakarta

Kepala Staf TNI AU Tinjau Teknologi Radar di Thales Perancis

Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono meninjau teknologi radar Ground Control Intercept (GCI) produksi Thales LAS

Biro Humas Setjen Kemhan
Radar Ground Control Interception (GCI) GM-403 buatan Thales, Prancis.  

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono meninjau teknologi radar Ground Control Intercept (GCI) produksi Thales LAS, perusahaan asal Perancis, dalam lawatannya ke fasilitas Thales LAS di Limours, Prancis, Selasa (25/6/2024).

Dalam kunjungannya itu, KSAU Tonny menerima paparan keunggulan radar GCI yang dipesan Indonesia itu dalam mendeteksi, melacak, dan mengintersepsi setiap ancaman udara dengan akurasi dan kecepatan tinggi.

“Sistem ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara kita secara signifikan, terutama dalam menghadapi berbagai ancaman modern,” kata Tonny, dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau), Kamis (27/6/2024).

Selain menerima paparan teknis, kunjungan itu juga memberikan kesempatan Tonny dan delegasi TNI AU untuk berdialog dengan para ahli Thales. Dialog mencakup berbagai aspek operasional dan pemeliharaan radar GCI.

Adapun Indonesia melalui Kementerian Pertahanan RI memesan 13 unit radar GCI GM-403 dari Thales, Perancis. Kontrak ditandatangani pada 20 April 2022 dan pengiriman dilakukan dalam waktu 48 bulan setelah tanggal efektif kontrak. Selain itu, periode garansi untuk sistem radar ini adalah 36 bulan.

Kemhan Borong 13 Radar Ground Control Interception 

Kementerian Pertahanan RI menandatangani kontrak jual beli antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan PT Len Industri (Persero) untuk pengadaan 13 unit sistem radar Ground Control Interception (GCqI) GM-403 dari Thales, Prancis.

Kerja sama tersebut telah ditandatangani oleh Direktur Utama Len, Bobby Rasyidin, dan SVP Latin America & Asia of Thales International SAS, Guy Bonassi, di Prancis beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut dinilai sebagai hasil dari diplomasi pertahanan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Prancis.

"Kontrak ditandatangani pada tanggal 20 April 2022 dan pengiriman dilakukan dalam waktu 48 bulan setelah tanggal efektif kontrak. Selain itu, periode garansi untuk sistem radar ini adalah 36 bulan," kata keterangan resmi Biro Humas Setjen Kemhan di laman kemhan.go.id pada Selasa (27/6/2023).

"Kementerian Pertahanan mengadakan kontrak pembelian dengan PT Len Industri (Persero) untuk memajukan industri pertahanan dalam negeri," sambung dia.

Sistem radar GCI dinilai sangat penting untuk memantau dan mengendalikan lalu lintas udara, memberikan peringatan dini terhadap ancaman udara potensial, dan memastikan keamanan ruang udara nasional.

Pengadaan 13 unit sistem radar GCI tersebut juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memodernisasi dan memperkuat kemampuan pertahanan negara, serta alutsista TNI. 

"Keterlibatan PT Len Industri (Persero) dalam proses pengadaan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri, meningkatkan kesempatan kerja lokal, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional," kata keterangan tersebut.

Radar Ground Control Interception (GCI) GM-403 buatan Thales, Prancis. (Biro Humas Setjen Kemhan)
Thales sendiri merupakan perusahaan teknologi global yang dikenal karena solusi pertahanan dan keamanannya yang canggih. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved