Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Wonosobo

Sosok Rosyid Muhammadi Asal Wonosobo, Pencetus Pembelajaran Alquran Berbasis Online

Rosyid Muhammadi kenalkan inovasi pembelajaran tajwid dengan menggunakan Learning Management System (LSM) berbasis web.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: m nur huda
Ist. Diskominfo Wonosobo
Rosyid Muhammadi inovator pembelajaran tajwid dengan menggunakan Learning Management System (LSM) berbasis web, berhasil masuk dalam nomine 10 besar PAI Award 2024.  

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Rosyid Muhammadi kenalkan inovasi pembelajaran tajwid dengan menggunakan Learning Management System (LSM) berbasis web.

Inovasi ini dinilai efektif dan mudah untuk belajar baca Al Qur’an. Dengan temuan ini turut berkontribusi besar dan signifikan terhadap pembelajaran baca huruf Alqur’an di Kabupaten Wonosobo, dan bahkan berhasil masuk dalam nomine 10 besar PAI Award 2024.

Sejak Juni 2022, ia mulai menginisiasi pembelajaran baca huruf Al-Qur’an untuk orang dewasa, dan 3 bulan kemudian, baru mendirikan Akademi Waqtar, dengan model pembelajaran baca huruf Al-Qur’an online menggunakan setoran voice note WhatsApp.


“Dengan diterimanya metode ini, pada akhir 2023 saya meluncurkan kembali program baru, yaitu inovasi pembelajaran tajwid menggunakan Learning Management System (LSM) berbasis web bagi santri Akademi Waqtar Wonosobo. Model pembelajaran ini terbukti sangat efektif dan mudah dipelajari teknologinya,” ungkapnya.


Rosyid mengatakan, misi dari pembuatan dan pengembangan metode ini, salah satunya adalah untuk terus mendorong batas-batas inovasi teknologi dan membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan pembelajaran Al-Qur’an secara digital di Indonesia.


Selama kurun waktu 2 tahun, sejak Akademi Waqtar ini didirikan, Rosyid mengaku telah menarik perhatian ratusan orang untuk terlibat aktif dalam programnya. 
Tercatat ada 595 orang yang terdaftar dalam database Akademi Waqtar. 


Ia percaya, teknologi memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam masyarakat, terutama dalam pembelajaran Al-Qur’an.
 
Oleh karena itu, visinya adalah untuk menciptakan solusi teknologi yang inovatif dan berkelanjutan yang dapat berkontribusi besar terhadap peningkatan kemampuan bacaan Al-Qur’an masyarakat.


Dengan adanya inovasi ini, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat turut mengapresiasi dan menyampaikan rasa bangganya atas ide dan dedikasi yang telah dilakukan Rosyid. 


Dengan adanya pemanfaatan teknologi tentu akan mempermudah dalam pembelajaran tajwid atau belajar baca Al Qur’an yang tepat.


“Saya tertarik dengan inovasi ini, pada saatnya saya akan datang langsung melihat pola pembelajaran, yang tentunya ada yang offline juga, ini sesuai dengan harapan dan impian saya,” ungkapnya.


Sementara itu, menurut santri Akademi Waqtar yang juga Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati, selain sebagai pengajar, Rosyid juga berprofesi sebagai penyuluh agama Islam di Wonosobo


Menurutnya Rosyid adalah pribadi yang visioner dan berkomitmen terhadap pembelajaran Al-Qur’an secara hybrid. 


Dengan dedikasi dan semangatnya, serta dukungan program-program berbasis digital telah berhasil membawa perubahan positif dan menginspirasi banyak orang di sekitarnya.


"Sehingga, apa yang dilakukan saat ini tidak bisa dilepaskan dari semangat dan tujuan hidupnya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bangsanya,” ucapnya.


Diketahui, Rosyid merupakan lulusan kuliah di bidang Sejarah Kebudayaan Islam IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia pernah menjabat sebagai Sekum DPD IMM DIY selama satu periode. 


Setelah lulus pun ia aktif di LSM Koling Wonosobo dan menjabat sebagai Manager Program Peningkatan Sumber Daya Masyarakat berbasis Hutan selama tahun 2000-2002. (ima)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved