Berita Jakarta
Bapanas Pastikan Bantuan Pangan Terus Berlanjut
Pemerintah telah memutuskan untuk melanjutkan program bantuan pangan beras hingga Desember 2024. Program itu akan menyasar 22 juta Keluarga
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pemerintah telah memutuskan untuk melanjutkan program bantuan pangan beras hingga Desember 2024. Program itu akan menyasar 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan, program bantuan pangan beras menggunakan beras berkualitas dari Bulog dan akan terus berlanjut setelah Juni. Penyaluran bantuan akan dilakukan pada Agustus, Oktober, dan Desember.
Menurut dia, bantuan pangan beras itu tidak akan berdampak pada inflasi pangan, terutama terkait dengan kenaikan harga beras. Sebaliknya, bantuan pangan beras terbukti efektif sebagai bantalan ekonomi bagi masyarakat berpendapatan rendah.
"Total beras yang disiapkan untuk kelanjutan bantuan pangan hingga Desember adalah 220.000 ton, dikali tiga kali penyaluran menjadi 660.000 ton," ujarnya, kepada Kontan, Minggu (30/6).
Arief menuturkan, beras yang disalurkan untuk program itu berasal dari stok Bulog yang saat ini mencapai 1,7 juta ton secara nasional.
Ia juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri. Arief menekankan pentingnya menjaga produksi dalam negeri agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri, dan bahkan melakukan ekspor saat ada kelebihan produksi.
"Kita siapkan untuk produksi dalam negeri, kalau kita kelebihan pun kita bisa ekspor. Jadi kalau menyikapi currency rate yang tinggi, maka ini waktunya produksi dalam negeri," tuturnya.
Arief mengungkapkan, program bantuan pangan beras juga telah diusulkan masuk dalam APBN 2025. Program itu masih menunggu persetujuan DPR karena pemerintah dan DPR masih dalam proses pembahasan APBN 2025.
Ia menyebut, keberlanjutan bantuan pangan beras sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat berpendapatan rendah, kelompok lanjut usia dan/atau masyarakat yang usianya sudah tidak produktif. "Untuk tahun anggaran 2025 sedang diusulkan bersama K/L lainnya juga," jelasnya.
Meski demikian, Arief belum bisa menjelaskan lebih lanjut perihal jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) dan waktu penyaluran bantuan pangannya di 2025. "Sedang diupayakan," ujar Arief. (Kontan/Vendy Yhulia Susanto)
Baca juga: Erus Pelaku Mutilasi di Garut Tersenyum Saat Dijenguk, Warga: Setiap Hari Jalan-jalan
Baca juga: Pertamax Cs Mungkin Naik tapi Harga BBM Subsidi Batal Naik Per Juli 2024
Baca juga: 5 Weton dengan Sifat Bertanggungjawab Menurut Primbon
Baca juga: Kemensos Serahkan Bantuan Kursi Roda Sport, Dukung Atlet Disabilitas Batang Tingkatkan Aksesbilitas
| Menulis Ulang Indonesia di Tengah Arus Global, Sejarah Kebangsaan sebagai Proyek Peradaban |
|
|---|
| Seusai Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK Terkait Suap Proyek Rel Kereta, Ini Fakta Terbarunya |
|
|---|
| IHSG Hari Ini Naik ke 7.936,17, Saham PGEO dan MBMA Jadi Pendorong Utama |
|
|---|
| Alasan PDIP Copot Bambang Pacul dari Ketua DPD Jawa Tengah, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| IHSG Hari Ini Ditutup Melemah, Apa Penyebabnya? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Deputi-Ketersediaan-dan-Stabilitas-Pangan-Badan-Pangan-Nasional.jpg)