Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Apa Itu Fenomena Bediding? Purworejo-Jogja dan Sekitarnya Terasa Dingin Pagi hingga Malam

Apa Itu Fenomena Bediding? Purworejo-Jogja dan Sekitarnya Terasa Dingin Pagi hingga Malam

|
Penulis: non | Editor: galih permadi
Shutterstock
Apa Itu Fenomena Bediding? Purworejo-Jogja dan Sekitarnya Terasa Dingin Pagi hingga Malam 

TRIBUNJATENG.COM - Apa itu fenomena Bedididng? Terjadi di Purworejo hingga Jogja, terasa dingin saat pangi hingga malam hari.

Apa itu Fenomena Bediding?

Istilah bediding berasal dari kata serapan Bahasa Jawa "Bedhidhing.

Bedhidhing dalam Bahasa Jawa artinya perubahan suhu mencolok, khususnya di awal musim kemarau.

Melansir Kompas.com, Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ida Pramuwardani mengatakan, fenomena bediding ditandai dengan suhu udara yang turun drastis pada malam hingga dini hari.

Di beberapa wilayah, suhu dingin ini bahkan bisa mencapai titik beku.

"Fenomena bediding umum terjadi di Indonesia. Puncaknya terjadi pada musim kemarau terutama pada Juli sampai September," kata Ida

Sementara itu dalam konteks klimatologi, fenomena bediding merupakan hal yang wajar.

Perubahan suhu ini berkaitan dengan kondisi atmosfir saat musim kemarau.

Menurut BMKG, ada empat penyebab utama suhu udara berubah menjadi sangat dingin saat musim kemarau.

Yakni udara kering, langit cerah, dan topografi.

Selama musim kemarau, hujan jarang terjadi sehingga langit menjadi lebih cerah.

Menurutnya, langit cerah pada malam hari menyebabkan radiasi panas dari permukaan bumi terpancar ke atmosfer tanpa hambatan.

Ini mengakibatkan penurunan suhu yang signifikan. Dengan curah hujan yang kurang, kelembapan udara menjadi rendah.

Artinya, uap air di dekat permukaan Bumi juga sedikit.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved