Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Inilah Sosok Pengamen Elit Berangkat Ngamen Naik Mobil, Berasal dari Semarang

Inilah sosok pengamen elit yang ditangkap di Ponorogo Jawa Timur. Disebut elit karena mereka berangkat ngamen dengan mengendarai mobil.

Tayang:
Editor: rival al manaf
Tribun Jatim/Istimewa
Pengamen elit asal Kota Semarang Jawa Tengah diciduk Satpol PP Ponorogo. 

TRIBUNJATENG.COM - Inilah sosok pengamen elit yang ditangkap di Ponorogo Jawa Timur.

Disebut elit karena mereka berangkat ngamen dengan mengendarai mobil.

Ternyata sosok pengamen elit itu berasal dari Semarang.

5 pengamen elite di Ponorogo tengah viral karena akhirnya diamankan di pertigaan Jalan Hos Cokroaminoto atau biasa disebut Malioboro kw Ponorogo.

Baca juga: Pengakuan Pengemis di Pasar, Kantongi Rp 20 Juta dari Minta-minta

Baca juga: Inilah Sosok Nila Handini Pengemis Elit Asal Semarang, Usia 33 Tahun Tinggal di Kos Mewah

Baca juga: Pantas Berani Sewa Mobil ke Ponorogo, Penghasilan Pengamen Semarang Ini Ternyata Fantastis!

Mereka datang dari arah Jalan Jendral Sudirman.

Identitasnya adalah berinisial JF, ERL, SM, AR dan DR.

Kelimanya ini disebut sebagai pengamen elit, dan berasal dari Kota Semarang.

“Jadi startnya di Alun-alun Ponorogo. Parkir di depan DPRD Ponorogo. Ngakunya langsung dari Semarang. Itu sih ngakunya, kalau aslinya kita juga gak tahu,” tegas Kabid Trantib Satpol PP Ponorogo, Subiantoro, Minggu (14/7/2024).

Dalam satu jam, pengamen elite ini mengumpulkan Rp 264 ribu.

Mereka mulai bergereliya mulai pukul 19.00 wib.

“Jauh-jauh dari Semarang memang berniat mengamen ke Ponorogo. Ya katanya Ponorogo empuk itu,” paparnya.

Pun mereka berani merental mobil, dengan kata lain, penghasilan mengamen dengan rental mobil seimbang.

“Kalau tidak nyucuk (seimbang) tidak mungkin mereka berani. Ya ngrental dan modal,” tegas Subiantoro,

Dia pun bakal lebih memperketat penjagaan. Juga menyusun strategi agar para pengamen luar kota tidak ke bumi reog.

“Warga juga jangan terlalu loman (sering memberi). Akhirnya dimanfaatkan oleh pengamen-pengamen,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved