Readers Note
Analisa Perubahan Lirik Lagu Timbulkan Distorsi
PERGILAH kasih, kejarlah selingkuhanmu (kei- nginganmu). Kok Liriknya Seperti Itu? Salah satu lagu yang dipopulerkan oleh Alm. Chrisye
Oleh: Dimas Aryo Yuwono, SSi (Teologi) Magister limu Hukum Unika Parahyangan Bandung
PERGILAH kasih, kejarlah selingkuhanmu (kei- nginganmu). Kok Liriknya Seperti Itu? Salah satu lagu yang dipopulerkan oleh Alm. Chrisye pada tahun 1990an adalah "Pergilah Kasih". Lagu tersebut bahkan sudah melekat dengan Alm. Chrisye. Hal ini dibuktikan dengan ba- nyaknya yang menyanyikan lagu ini di masa kini namun dengan mencantumkan nama Chrisye.
Tidak banyak yang tahu bahwa lagu yang dipopulerkan oleh Alm. Chrisye diciptakan oleh seorang bernama Tito Sumarsono (kurang lebih) pada tahun 1989. Lagu ini kembali naik daun setelah bebe- rapa grup band di Indone sia sering menyanyikan di kafe, club malam, restaurant, pentas seni, dll. Namun, menjadi permasalahan ketika lagu yang kembali naik daun ini mengalami perubahan lirik pada bagian refrein. Lirik asli refrein dari lagu ini demikian:
Pergilah kasih, kejarlah keinginanmu, Selagi masih ada waktu (Pergilah kasih)
Jangan hiraukan diriku, Aku rela berpisah, demi untuk dirimu
Semoga tercapai s'gala keinginanmu
Lagu ini dipopulerkan kembali dengan mengalami perubahan lirik menjadi demi- kian:
Pergilah kasih, kejarlah selingkuhanmu, Aku sudah pu-lnya yang baru
Lebih enak dari kamu, Aku rela berpisah, demi untuk dirimu
Semoga tercapai s'gala ke- inginanmu
Beberapa link YouTube menjadi contoh perubahan lirik yang dimaksud oleh penulis sehigga pembaca da- pat membayangkan gam- baran lagu "pergilah kasih" setelah mengalami perubahan lirik. Bahkan di link ini https://www.youtube.com/ shorts/KfNk_8MdHVU ada perubahan lain lagi yaitu "Pergilah kasih, kejarlah selingkuhanmu, aku cari janda yang baru".
Dengan mendasarkan pada realita tersebut, penulis tertarik dan memandang perlu untuk mengangkat per masalahan ini karena masyarakat secara umum memandang bahwa seolah-olah tidak ada permasalahan dengan perubahan lirik lagu tersebut.
Mayoritas orang akan berargumen bahwa perubahan tersebut hanya bersifat hiburan belaka dan tidak ada maksud lain. Namun, bila ditelusuri lebih mendalam, perubahan lirik lagu dapat menimbulkan permasalahan.
Penulis memandang bahwa permasalahan tersebut mungkin tidak terjadi dalam waktu dekat, namun akan menimbulkan masalah di kemudian hari (cepat atau lambat). Melalui tulisan ini, penulis tidak ingin karya seni yang merupakan refleksi dari seorang pencipta dengan mudahnya diganti liriknya oleh seseorang yang tidak mengerti secara mendalam makna di balik karya seni tersebut.
Lebih dari itu, penulis ingin agar masyarakat le bih menghargai hasil refleksi dari seorang pencipta karya seni dengan tidak mengubah lirik yang bisa jadi mendegradasi makna asli dari karya seni tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Dimas-Aryo-Yuwono-SSi-Teologi-Magister-limu-Hukum-Unika-Parahyangan-Bandung.jpg)