Berita Semarang
Cerita Anak Yatim Semarang di Tengah Hingar-bingar Hari Anak Nasional
Gadis kecil tersebut mengaku setelah sang ayah meninggal dunia, biaya pendidikan ditopang oleh sang ibu
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hingar bingar perayaan Hari Anak Nasional tak selalu dirasakan oleh anak-anak di Kota Semarang.
Pasalnya, sejumlah anak masih merasakan pahitnya kehidupan dan himpitan perekonomian yang kurang baik.
Hal tersebut membuat langkah mereka untuk mendapatkan ilmu terjal dan berilku.
Seperti yang dialami oleh Anisa Nurani (12) satu di antara pelajar kelas VI di MI Baiturrahim Kota Semarang.
Gadis kecil tersebut mengaku setelah sang ayah meninggal dunia, biaya pendidikan ditopang oleh sang ibu.
Baca juga: Wasiat Hamzah Haz Soal Pemakaman, Sebut Istri
• Sosok Umar Septono Pensiunan Jenderal yang Kini Pilih Jadi Petani, Segini Gajinya
Sebagai anak terkahir dari tiga bersaudara, ia harus berjuang keras untuk menggapai impiannya.
"Ayah meninggal dunia beberapa tahun lalu, ya sekarang yang membiayai keluarga hanya ibu. Dua kakak saya juga masih sekolah," terang Anisa kepada Tribunjateng.com, Rabu (24/7/2024).
Anisa mengatakan tak akan pernah kalah dengan keadaan meski keluarganya terhimpit perekonomian.
Bahkan ia menuturkan harus terus menuntut ilmu untuk mengejar cita-citanya menjadi Polwan.
Yang membuat prihatin, status Anisa sebagai anak yatim acapkali jadi bahan ejekan oleh rekan-rekan di sekitar tempat tinggalnya.
Namun gadis ramah tersebut mengaku tak oernah sakit hati dan membalas ejekan dari teman-temannya.
"Kadang ada yang mengejek saya dengan memanggil saya yatim. Tapi ya sudah, saya tidak mau membalas mereka lebih baik saya diam," terangnya.
Dikatakan Anisa, ia selalu bersyukur dengan keadaan yang diberikan oleh tuhan.
Hal itu menjadi landasan Anisa menjalani kesehariannya dan penyemangat ia menuntut ilmu.
"Alhamdulillah sampai sekarang banyak yang membantu. Biaya pendidikan juga ada yang membantu," terang Anisa.
| BREAKING NEWS Tanggul Sungai Plumbon Jebol Sepanjang 50 Meter, Banjir Terjang Permukiman di Mangkang |
|
|---|
| Tak Mau Asal Tangkap Monyet yang Teror Warga Kalialang, DLH Kota Semarang Perlu Kajian Ilmiah |
|
|---|
| Meski Dibatasi hingga 2026, Guru Non-ASN Masih Dibutuhkan karena Kekurangan Pengajar di Sekolah |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Kamis 30 April 2026: Hujan Ringan |
|
|---|
| Baru Semalam Dipasang, Portal Ngaliyan Rusak Lagi Diseruduk Bus AKAP Jambi-Kediri |
|
|---|