Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ungaran

Kisah Yuana, Gadis Satu-satunya Yang Jadi Pilot Gantole di Telomoyo Cup Kabupaten Semarang

Yuana Putri Kurnia Ramadhani (19), menjadi satu-satunya pilot gantole perempuan dalam Kejuaraan Internasional Gantole Telomoyo Cup VIII 2024.

Tayang:
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Seorang pilot gantole, Yuana Putri Kurnia Ramadhani menceritakan pengalamannya dalam dunia layang gantung seusai terbang dari puncak Gunung Telomoyo, Desa Sepakung, Banyubiru dan mendarat di Desa Sraten, Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (23/9/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Yuana Putri Kurnia Ramadhani (19), menjadi satu-satunya pilot gantole perempuan dalam Kejuaraan Internasional Gantole Telomoyo Cup VIII 2024 di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Telomoyo Cup menjadi pengalaman keduanya terbang dan lepas landas dari puncak Gunung Telomoyo, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru setinggi 1.894 mdpl tersebut.

Menurut warga Madiun, Jawa Timur tersebut, merasakan terbang di wilayah Kabupaten Semarang menjadi momen yang paling berkesan.

Baca juga: Uji Coba Bus Listrik di KIT Batang, Mobilitas Ramah Lingkungan untuk Pekerja

Pasalnya, selain lepas landas dari dataran yang relatif tinggi, dia bisa melayang di udara lebih lama dibanding kejuaraan-kejuaraan gantole lainnya.

“Terbang di sini enaknya lama, bisa dua sampai tiga jam.

Selain itu pemandangannya bagus, bisa lihat banyak gunung, satu di antara yang terbesar Gunung Merbabu,” kata Yuana sebelum terbang di puncak Gunung Telomoyo, Rabu (24/7/2024).

LEPAS LANDAS - Seorang pilot gantole, Yuana Putri Kurnia Ramadhani (18) tengah lepas landas bersiap terbang dari puncak Gunung Telomoyo, Kabupaten Semarang dalam Piala Telomoyo VII 2023, Sabtu (23/9/2023). Dia merupakan satu-satunya atlet layang gantung perempuan dalam kompetisi tersebut.
LEPAS LANDAS - Seorang pilot gantole, Yuana Putri Kurnia Ramadhani (18) tengah lepas landas bersiap terbang dari puncak Gunung Telomoyo, Kabupaten Semarang dalam Piala Telomoyo VII 2023, Sabtu (23/9/2023). Dia merupakan satu-satunya atlet layang gantung perempuan dalam kompetisi tersebut. (Dok pribadi Yuana Putri Kurnia Ramadhani/istimewa)

Dia mengaku sudah mempersiapkan diri selama sekitar sebulan sebelumnya.

Persiapan yang dilakukan seperti thermaling dan terbang beberapa menit di bandara di Jember.

Sebagai satu-satunya atlet perempuan, Yuana mengaku sempat ragu-ragu.

Namun demikian, dia menganggap para saingannya menjadi motivasi dia untuk memberanikan diri.

“Karena laki-laki semua di sini. Kejuaraan tahun lalu sempat grogi, tapi kali ini saya lebih termotivasi,” imbuh Yuana.

Pada gelaran Telomoyo Cup VII 2023 lalu atau pengalaman pertamanya, mahasiswi Universitas Negeri Surabaya tersebut mengaku kesulitannya terletak saat lepas landas.

Ketinggian di puncak Telomoyo membuat dirinya merasa canggung atau grogi.

Selain itu, efek termal yang tinggi membuat Yuana merasa kurang stabil mulai terbang.

Termal merupakan sebuah fenomena kolom udara naik pada ketinggian rendah atmosfer bumi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved