Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Pecah Rekor! Jepara Catat Penurunan Kemiskinan Terendah Sejak 2012

Pemerintah Kabupaten Jepara berhasil menurunkan persentase penduduk miskin pada bulan Maret 2024.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: raka f pujangga
Istimewa
Kepala BPS Kabupaten Jepara Manggus Suryono menyerahkan laporan angka kemiskinan kepada Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta di ruang kerjanya. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pemerintah Kabupaten Jepara berhasil menurunkan persentase penduduk miskin pada bulan Maret 2024.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan turun 0,52 persen poin, dari 6,61 persen pada Maret 2023 menjadi 6,09 persen pada Maret 2024. 

Ini adalah angka terendah sejak 2012, ketika itu persentase penduduk miskin Jepara mencapai 9,38 persen.

Baca juga: Angka Kemiskinan Karanganyar Peringkat 3 di Solo Raya

Penurunan 0,52 persen penduduk miskin di Kabupaten Jepara merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah. 

Dalam peringkat kabupaten se-Jawa Tengah, Jepara menempati posisi terendah dengan penurunan signifikan dibandingkan 29 kabupaten lainnya. 

Kepala BPS Kabupaten Jepara Manggus Suryono, menyampaikan hal ini kepada Penjabat (Pj) Bupati Jepara H Edy Supriyanta di ruang kerja bupati, Kamis (25/7/2024).

Meskipun Jepara berada di urutan keempat jika dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Magelang, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan di Jepara sangat efektif. 

“Penurunannya dibanding tiga kota tadi, Jepara melampaui cukup jauh. Ini mengindikasikan program sudah dijalankan oleh Kabupaten Jepara cukup berhasil,” kata Manggus.

Pihaknya juga mencatat bahwa angka kemiskinan Kabupaten Jepara saat ini, yaitu 6,09 persen, adalah yang terendah dalam beberapa dekade terakhir. 

Sebelumnya, angka kemiskinan berada pada 9,38 persen pada tahun 2012, dengan penurunan bertahap hingga mencapai 6,09 persen pada Maret 2024. 

“Posisi sekarang paling rendah angka kemiskinannya,” imbuhnya.

Data historis menunjukkan penurunan konsisten, meskipun terdapat sedikit lonjakan dalam beberapa tahun terakhir karena adanya pandemi Covid-19.

Berikut adalah data angka kemiskinan dari tahun ke tahun.

Angka kemiskinan berada pada 9,38 persen di tahun 2012, turun menjadi 9,23 persen pada 2013, 8,55 persen pada 2014, 8,50 persen pada 2015. 

Kemudian 8,35 persen pada 2016, 8,12 persen pada 2017, 7,00 persen pada 2018, 6,66 persen pada 2019, 7,17 persen pada 2020, 7,44 persen pada 2021, 6,88 persen pada 2022, 6,61 persen pada 2023, dan 6,09 persen pada tahun 2024.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved