Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

3 Orang Tewas Akibat Kencing Tikus di Karanganyar, Sri Winarno: Total Ada 33 Kasus Leptospirosis

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mencatat ada 33 kasus leptospirosis hingga Minggu ke-28.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: raka f pujangga
TribunJateng.com/Agus Iswadi
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Karanganyar, Sri Winarno. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mencatat ada 33 kasus leptospirosis yang disebabkan kencing tikus hingga Minggu ke-28.

Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Karanganyar, Sri Winarno menyampaikan, sebaran kasus leptospirosis paling banyak berada di wilayah Kecamatan Jaten, Gondangrejo dan Tasikmadu.

Berdasarkan kategori usia, masyarakat yang terkena leptospirosis diderita warga dengan usia di atas dari 44 tahun.

Baca juga: 7 dari 87 Pasien Leptospirosis di Jawa Tengah Meninggal

"Dari 33 kasus ada tiga kasus meninggal dunia di wilayah Jaten, Gondangrejo dan Jumapolo," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (1/8/2024).

Menurut, jumlah kasus tersebut hampir sama dengan catatan kasus pada tahun lalu.

Dinas mencatat ada 62 kasus leptospirosis pada tahun lalu.

Pihaknya mengimbau masyarakat supaya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Kelola sampah dan barang bekas supaya tidak dijadikan tempat kembang biak tikus. Selain itu setelah beraktivitas di luar ruangan, sawah atau selokan bersihkan anggota badan, tangan dan kaki dengan sabun. Itu bisa menghilangkan bakteri," terangnya.

Baca juga: Petani Boyolali Ini Terjangkit Penyakit Leptospirosis, Meninggal Setelah 11 Hari dari Awal Gejala

Di sisi lain, Winarno berharap masyarakat juga dapat mengenali gejala awal leptospirosis sehingga dapat segera mendapatkan penanganan medis.

Lanjutnya, gejala awal berupa demam tinggi sampai menggigil, sakit kepala, mual, muntah, tidak nafsu makan, diare, mata kekuningan atau merah, betis dan punggung bagian bawah nyeri serta ada bintik merah di kulit.

"Apabila ada gejala itu langkah awal bisa ke faskes terdekat, terutama fakses yang punya laboratorium. Puskesmas ada," tuturnya. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved