Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kata Aktivis Pecinta Hewan dan Psikolog Soal Perilaku NY Bapak Kos Pemakan Kucing Semarang

Pria berinisial NY (63) pemakan daging kucing Semarang telah diamankan kepolisian untuk pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran pidana.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
dok Polrestabes Semarang.
Sosok NY ketika diamankan kepolisian di rumahnya akibat memakan daging kucing dengan alasan untuk menyembuhkan sakit diabetesnya di Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (7/8/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Pria berinisial NY (63) pemakan daging kucing Semarang telah diamankan kepolisian untuk pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran pidana.

Aktivis pencinta kucing Semarang mendorong polisi untuk proses hukum tersebut.

Pencinta kucing dari Cat Meong Semarang, Martono mengatakan, kasus itu perlu diusut tuntas menurut hukum yang berlaku.

Polisi bisa menjerat NY dengan pasal 302 KUHP terkait kekerasan terhadap hewan.

"Daging kucing bukan untuk dikonsumsi apalagi dengan dalih untuk pengobatan diabetes yang tidak ada kajiannya secara medis," terang Tono saat dihubungi ,Kamis (8/8/2024).

Aktivis kucing jalanan ini menyebut, kasus orang makan daging kucing  bukan pertama kali terjadi di Jawa Tengah.
Namun, dia tidak menyangka hal ini terjadi di Kota Semarang.

Sebab, selama ini kasus kekerasan berkaitan dengan kucing berupa pemukulan, penembakan kucing, dan diracun.

"Kami tidak menyangka orang makan daging kucing masih terjadi di Semarang," ujarnya.

Dia mendorong pemakan daging kucing NY perlu dites kejiwaannya karena perilakunya sudah di luar nalar. 

NY ditakutkan alami depresi karena tinggal seorang diri dengan kondisi sakit.

"Tenaga medis juga perlu menjelaskan ke masyarakat bahwa daging kucing tak ada korelasinya sebagai obat diabetes supaya masyarakat tak meniru perbuatan tersebut," terangnya.

Hal yang berbeda diungkap Psikolog dari RS Santo Elisabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro. 

Dia berpendapat, perilaku pria pemakan kucing ini secara emosi tidak dalam kondisi stabil  sehingga menempuh jalan yang tidak umum.

Meski begitu,  pria pemakan kucing tidak perlu dites kejiwaannya hanya perlu dilakukan pendampingan.

"Iya didampingi saja sembari diberi edukasi biar mau pergi ke dokter untuk berobat," terangnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved