Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Olimpiade Paris 2024

Sosok Veddriq Leonardo Atlet Panjat Tebing yang Selamatkan Indonesia Sukses Meraih Medali Emas

Lagu kebangsaan Indonesia Raya akhirnya berkumandang di Perancis setelah atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, mempersembahkan medali emas

Tayang:
Ist
Inilah sosok Leonardo Veddriq yang berhasil menyumbang satu medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Prancis 2024. 

TRIBUNJATENG.COM, PARIS --  Lagu kebangsaan Indonesia Raya akhirnya berkumandang di Perancis setelah atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, mempersembahkan medali emas Olimpiade Paris 2024 sebagai kado HUT ke-79 Indonesia. 

Veddriq mencatatkan waktu 4,75 detik saat melawan Wu Peng (China) di final speed putra di Le Bourget Climbing Venue, Kamis (8/8/2024). 

Ia bangga dan bersyukur serta berterima kasih kepada masyarakat Indonesia setelah berhasil mengumandangkan Indonesia Raya di Paris. 

"Senang sekali, alhamdulillah, terima kasih masyarakat Indonesia. Olahraga ini baru, tapi diberi kepercayaan dan bisa dibuktikan dengan meraih emas," ujarnya. 

"Bersyukur untuk pencapaian ini dan saya pun bangga atas prestasi ini," kata Veddriq dalam keterangan NOC Indonesia.

Veddriq mengungkapkan bahwa medali emas ini adalah hasil kerja keras semua pihak yang membantunya dalam persiapan Olimpiade Paris 2024

Keberhasilan ini juga ia dedikasikan untuk Indonesia yang akan merayakan hari kemerdekaan ke-79 pada 17 Agustus 2024. 

"Medali emas ini berkat dan juga merupakan kerja keras, usaha, dedikasi semua tim pelatih, atlet, teman, keluarga, yang telah memberikan doa dan dukungan. Ini juga kado untuk Indonesia di ulang tahun ke-79," ucapnya. 

Leonardo Veddriq: Pemanjat Tebing Indonesia yang Mendunia

Leonardo Veddriq, lahir di Pontianak, Indonesia pada 11 Maret 1997, adalah seorang atlet panjat tebing yang telah mengukir prestasi gemilang di kancah internasional.

Berusia 27 tahun, Leonardo telah menjadi salah satu pemanjat tebing tercepat di dunia, khususnya dalam disiplin speed climbing.

Dengan tinggi badan 1,62 meter, Leonardo memulai kariernya dalam dunia panjat tebing saat duduk di bangku sekolah menengah.

Ia pertama kali diperkenalkan pada olahraga ini oleh seniornya, dan sejak itu ia dengan cepat mulai mewakili sekolah dan organisasinya.

Meskipun bouldering menjadi disiplin pertama yang ia pelajari, ia kemudian beralih fokus ke lead dan speed climbing setelah fasilitas baru dibangun yang memungkinkan dirinya untuk mengembangkan keterampilan lebih lanjut.

Leonardo kini dikenal sebagai salah satu pemanjat tebing terbaik di dunia. Prestasinya meliputi tiga kali menjadi juara umum Piala Dunia pada tahun 2021, 2022, dan 2023.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved