Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Olimpiade Paris 2024

Veddriq Raih Medali Emas Pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024, Keluarga Menangis Kegirangan

Ibunda Veddriq dan keluarga besar berdoa sambil menyaksikan Olimpiade Paris 2024 Panjat Tebing, pada Kamis sore 8 Agustus 2024 di kediamannya Tanjung

Tayang: | Diperbarui:
KOMPAS.com/HENDRA CIPTA
BERSYUKUR: Veddriq Leonardo meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 di Le Bourget Climbing Venue, Kamis (8/8/2024) sore waktu Indonesia. Di kampung halamannya, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) ibu dan ayah Veddric mengumpulkan sanak keluarga dan menggelar nonton bersama secara sederhana di rumahnya. 

TRIBUNJATENG.COM, PONTIANAK -- Ibunda Veddriq dan keluarga besar berdoa sambil menyaksikan Olimpiade Paris 2024 Panjat Tebing, pada Kamis sore 8 Agustus 2024 di kediamannya Tanjung Pura 2 Kota Pontianak, Kalbar.

Sebelum akhirnya Veddriq Leonardo berhasil meraih medali emas pertama buat Indonesia lewat nomor speed panjat tebing Olimpiade 2024 setelah mengungguli Wu Peng dari China. (AFP)

Lagu kebangsaan Indonesia Raya pun akhirnya berkumandang di Paris. Bendera Merah Putih juga berkibar di Ibu Kota Prancis itu.

Hal itu terjadi setelah Veddriq Leonardo berhasil meraih medali emas pertama buat Indonesia lewat nomor speed panjat tebing Olimpiade 2024. Pada babak big final yang berlangsung di Le Bourget Climbing Venue, Kamis (8/8), Veddriq mengalahkan Wu Peng dari China.

Menariknya, Veddriq unggul sangat tipis dari lawannya tersebut. Veddriq mencatatkan waktu 4,75 detik.

Veddriq Leonardo melaju ke perempat final panjat tebing putra nomor speed Olimpiade 2024. Ia selalu berhasil memanjat dalam waktu 4 detik.
Veddriq Leonardo melaju ke perempat final panjat tebing putra nomor speed Olimpiade 2024. Ia selalu berhasil memanjat dalam waktu 4 detik. (facebook/Presiden Jokowi)

Sementara, Wu Peng mencatatkan waktu 4,77 detik. Itu artinya, ada beda 0,02 detik dari kedua atlet tersebut. Catatan waktu 4,75 detik adalah personal best untuk atlet berusia 27 tahun itu.

Perjalanan Veddriq Leonardo sampai big final cukup terjal. Ia mengalahkan wakil tuan rumah yakni Bassam Mawem di perempat final.

Veddriq mencatatkan waktu 4,88 detik. Adapun Bassam mencatatkan 5,26 detik. Lalu, di babak semifinal giliran wakil Iran Ali Pour yang dikalahkan.

Veddriq mencatatkan waktu 4,78 detik. Lalu, Ali Pour 4,84 detik. Veddriq kelahiran Pontianak 11 Maret 1997 itu pun memenuhi harapan jutaan rakyat Indonesia.

Medali emas yang diraih Veddriq ini mengakhiri penantian rakyat Indonesia yang sejak awal Olimpiade Paris berharap tradisi medali emas bisa dipertahankan.

Awalnya, upaya Indonesia meraih medali emas yang diawali dari cabang olahraga badminton dan panahan gagal.

Setelah Gregoria menjadi satu-satunya atlet badminton yang meraih medali, harapan pun kemudian beralih ke olahraga panjat tebing dan angkat besi. Pada panjat tebing nomor speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rajiah Sallsabillah gagal menorehkan medali.

Desak tersingkir di perempat final, sementara Rajiah kalah di semifinal dan di babak perebutan peringkat ketiga.

Sedangkan Eko Yuli yang naik panggung di angkat besi kelas 61 kilogram putra juga tidak bisa melanjutkan tradisi medali yang sudah dibukukan sejak 2008.

Veddriq kemudian menjadi satu-satunya harapan Indonesia pada cabor panjat tebing nomor speed putra usai Rahmad Adi Mulyono gagal masuk babak delapan besar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved