Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Bisa-bisanya Kepsek dan Guru SD Negeri Ini Kabur Berjamaah, 65 Murid Tiga Bulan Tak Belajar

Sebanyak 65 murid SD Negeri 26 Sapinggang di Pulau Sapinggang, Desa Tampang, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep

Editor: muh radlis
IST
Tangkapan layar siswa SD Negeri 26 Sapinggang di Pulau Sapinggang, Desa Tampang, Kecamatan Liukang, Tangaya Kabupaten Pangkep tak masuk sekolah. 

TRIBUNJATENG.COM - Sebanyak 65 murid SD Negeri 26 Sapinggang di Pulau Sapinggang, Desa Tampang, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, terpaksa berhenti belajar karena tidak ada satu pun guru yang datang untuk mengajar. Para guru yang seharusnya mengajar di sekolah ini tak pernah kembali setelah meninggalkan pulau tersebut.

Menurut Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, sekolah ini memiliki 65 murid dan empat tenaga pendidik, yang terdiri dari satu kepala sekolah, dua guru honorer, dan satu guru berstatus PPPK.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, Sabrun Jamil, menyatakan akan memanggil kepala sekolah dan pengawas terkait untuk memberikan klarifikasi mengenai masalah ini.

"Kami akan memanggil pengawas, kepala sekolah, dan guru yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Tindakan tegas akan diambil sesuai aturan jika terbukti mereka telah mangkir dari tugas," tegas Sabrun.

Sabrun juga mengaku tidak mengetahui kondisi tersebut karena pengawas sekolah tidak pernah melaporkan adanya ketidakhadiran para guru selama berbulan-bulan.

"Untuk Kecamatan Liukang Tangaya ada 2 orang pengawas SD. Sampai saat ini belum ada laporan dari pengawas," pungkasnya

Hal ini dikarenakan tak adanya tenaga pengajar yang datang ke sekolah.

Video amatir yang memperlihatkan para siswa yang hanya bermain di sekitar sekolah pun viral di media sodial.

 Salah satu warga, Junaedi mengatakan sebelum aktivitas sekolah berhenti hanya 1 orang honorer berstatus guru pembantu yang mengajar.

Junaedi menuturkan, guru tersebut mengajar dari kelas 1 sampai kelas 6.

"Guru pembantu itu tamatan SMA sendiri mengajar mulai kelas 1 sampai kelas 6," ucapnya.

Ia mengatakan, anak-anak tak punya pilihan untuk bersekolah sebab hanya Negeri 26 yang ada di pulau ini.

Untuk sekolah lain ada di ibukota desa yang berjarak tempuh 1 jam lebih dengan perahu.

 "Ada sekolah tapibdi Pulau Tampaang,  1 jam lebih kesana. Kami hanya bisa berharap agar sekolah kembali buka," ucapnya.

Junaedi menambahkan, akibat terhentinya aktivitas sekolah, siswa sekolah ini terpaksa libur.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved