Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Stikes Telogorejo Semarang

Kunyit: Tanaman Ajaib Asli Indonesia yang Bisa Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Temukan rahasia kunyit, tanaman asli Indonesia yang memiliki segudang manfaat kesehatan. Dari bumbu dapur hingga obat mujarab, kunyit telah terbukti.

Tayang:
istimewa
ILUSTRASI: Kunyit. Temukan rahasia kunyit, tanaman asli Indonesia yang memiliki segudang manfaat kesehatan. Dari bumbu dapur hingga obat mujarab, kunyit telah terbukti mampu mengatasi berbagai penyakit. Simak penjelasan ilmiahnya! 

TRIBUNJATENG.COM - Indonesia merupakan negara yang kaya dengan biodiversity, di mana salah satunya adalah dengan 25.000 – 30.000 jenis tumbuhan yang tersebar di seluruh wilayah tanah air. 

Belum semua jenis tanaman tersebut dimanfaatkan oleh manusia karena belum diketahui kegunaannya. Namun Sebagian jenis tanaman tersebut telah dimanfaatkan manusia dengan berbagai tujuan, mulai dari sebagai bahan pangan, penghijauan, tanaman hias, dan sebagai bahan obat. 

Berbagai pulau dan suku di Indonesia mempunyai kekhususan dalam pemanfaatan tanaman dalam pengobatan. Dikenal istilah etnomedisine yang artinya presepsi dan konsepsi etnis/masyarakat lokal dalam memahami kesehatan.
 
Bidang Farmasi, kimia, biologi , kedokteran dan disiplin ilmu lain yang terkait terus melaksanakan penelitian untuk mencari evidence base berbagai jenis tanaman agar diperoleh bukti ilmiah terhadap efek farmakologi tumbuhan. Hal ini bertujuan agar penggunaan suatu jenis tanaman dapat dipertanggungjawabkan efikasi dan keamanannya.
 
Salah satu tanaman asli Indonesia yang telah banyak digunakan dalam pengobatan adalah Kunyit atau dalam Bahasa latin dikenal dengan nama Curcuma longa atau Curcuma domesticae L. 

Tanaman ini tersebar diseluruh Indonesia, di mana di setiap daerah mempunyai nama daerah yang berbeda, diantaranya: Sumatra; Kakunye  (Enggano),  Kunyet (Adoh),  Kuning  (Gayo),  Kunyet  (Alas), Hunik  (Batak),  Odil  (Simalur),  Undre, (Nias),  Kunyit  (Lampung),  Kunyit (Melayu).  Jawa:  Kunyir  (Sunda),  Kunir (Jawa Tengah), Temo koneng (Madura). Kalimanta:  Kunit (Banjar),  Henda (Ngayu),  Kunyit  (Olon  Manyan),  Cahang (Dayak  Panyambung),  Dio  (Panihing), Kalesiau  (Kenya),  Kunyit  (Tidung).  Nusa Tenggara:  Kunyit  (Sasak),  Huni  (Bima), Kaungi  (Sumba  Timur),  Kunyi  (Sumba Barat), Kewunyi (Sawu), Koneh, (Flores), Kuma  (Solor),  Kumeh  (Alor),  Kunik (Roti),  Hunik  kunir  (Timor).  Sulawesi: Uinida  (Talaud),  Kuni  (Sangir),  Alawaha (Gorontalo),  Kolalagu  (Buol),  Pagidon (Toli-toli),  Kuni  (Toraja),  Kunyi (Ujungpandang),  Kunyi  (Selayar),  Unyi (Bugis),  Kuni  (Mandar).  Maluku:  Kurlai (Leti),  Lulu  malai  (Babar),  Ulin (Tanimbar),  Tun  (Kayi),  Unin  (Ceram), Kunin  (Seram  Timur),  Unin,  (Ambon), Gurai  (Halmanera),  Garaci  (Ternate). Irian:  Rame (Kapaur),  Kandeifa  (Nufor), Nikwai  (Windesi),  Mingguai (Wandamen), Yaw (Arso).
 
Dalam kehidupan sehari-hari Masyarakat menggunakan rimpang kunyit untuk berbagai hal yaitu sebagai bumbu masakan, pewarna, kosmetik dan obat tradisional. 

Dalam pengobatan tradisional  kunyit digunakan untuk pengobatan gangguan saluran cerna, stimulant, penyakit kulit dan lain-lain. Mari kita kaji, mengapa kunyit mempunyai banyak manfaat?                          
 
Dalam Farmakope Herbal Indonesia (FHI) disebutkan bahwa rimpang kunyit (Curcumae longa rhizome atau Curcuma Domesticae Rhizoma)  dari tanaman Curcuma longa familia Zingiberaceae mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 1,85 persen b/v dan curcumin tidak kurang dari 3,85 % b/v. 

Dalam bentuk ekstrak kental, kunyit dapat diekstrak dengan pelarut yang sesuai dengan hasil ekstrak kental, warna kuning, rasa agak pahit bau khas mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 3,10 % b/v dan curcumin tidak kurang dari 11,17 % b/v. Kadar air tidak lebih dari 10 % , Kadar abu total tidak lebih dari 0,4?n kadar abu tidak larut asam tidak lebih dari 0,1 % . 

Sehingga dapat disimpulkan zat aktif yang merupakan senyawa penciri dalam tanaman kunyit adalah curcumin. Mari mengenal lebih jauh tentang curcumin.
 
Kurkumin memiliki campuran dari tiga kurkuminoid, yaitu kurkumin (77 % ) bisdemethoxycurcumin (3 % ), dan demethoxycurcumin (17 % ) dengan disertai adanya perbedaan pada setiap struktur kimianya . 

Berdasarkan persentasi jumlah senyawa yang terkandung, Kurkumin menjadi senyawa dengan kandungan tertinggi di antara kurkuminoid lainnya. Hal ini menjadikan kurkumin sebagai senyawa aktif yang sering digunakan sebagai penelitian dan pengembangan obat dibandingkan dengan senyawa bioaktif bersumber alami lainnya.
 
Banyak studi telah dilakukan terhadap kemanfaatan dari rimpang kunyit dalam pengobatan. Studi in vivo dan in vitro menunjukkan bahwa kurkumin mempunyai berbagai aktivitas farmakologis antara lain antiinflamasi, antiviral, antibakteri, antifungal,antikanker, antioksidan, antidiabetes mellitus, antirheumatoid arthritis. 

Sedangkan studi klinik juga telah banyak dilakukan diantaranya pada kanker pancreas, kanker kolon, kanker payudara, dan multiple myeloma. Mari kita cermati bagaimanakah curcumin dapat bekerja sehingga mempunyai berbagai aktivitas tersebut. 

Kurkumin mempunyai daya antioksidan sehingga mampu mencegah atau meminimalkan terjadinya kerusakan-kerusakan sel dan merangsang imunitas (imunomodulaor). Senyawa ini memiliki peranan penting dalam immunomodulator atau pemicu sistem imunitas dalam mengatasi berbagai penyakit
 
Kurkumin sebagai senyawa yang dominan ditemukan pada kunyit, dapat bekerja untuk memicu sistem imunitas tubuh dengan cara menginduksi produksi dari ROS (reactive oxygen species) yang berperan dalam aktivasi PPAR-γ (peroxisome proliferator-activated receptor gamma) atau Nrf2 (nuclear factor erythroid 2–related factor 2) sehingga akan membantu dalam memodulasi peningkatan ekspresi dari salah satu komponen imunitas yaitu CD36 dalam makrofag atau monosit. 

Peningkatan ekspresi CD36 akan berperan dalam meningkatkan fagositosis eritrosit yang telah terinfeksi oleh parasit atau mikroorganisme patogen.

Disisi lain, kurkumin juga dapat berperan sebagai suatu senyawa yang memiliki sifat antiinflamasi. Hal ini terjadi karena kurkumin dapat menekan aktivitas dari NF-κB (nuclear factor kappa-lightchain-enhancer of activated B cells) yang memiliki fungsi dalam meregulasi pengeluaran mediator inflamasi seperti COX-2 (sitokin penyebab demam) selama terjadinya infeksi dari parasit malaria. 

Selain itu, kurkumin juga dapat menghambat produksi sitokin pro-inflamasi (TNFα, IL12p40, and IL-6) pada sel mononuklear di darah yang telah terinfeksi oleh tropozoit atau skizon dari P. falciparum. 

Penurunan produksi dari TNFα akan menghambat regulasi dari ekspresi ICAM1, VCAM1, dan E-selektin yang memiliki fungsi dalam pembentukan molekul adhesi sehingga dapat merusak sel endotel pada struktur otak yang dapat menyebabkan terjadinya komplikasi yaitu malaria serebral.
 
Penelitian tentang manfaat dan keamanan rimpang kunyit dan kurkumin terus dilakukan dari waktu ke waktu sampai dengan saat ini. Berbagai jenis bentuk sediaan obat dengan bahan aktif ekstrak kunyit sudah banyak diproduksi oleh industry obat dan obat tradisional. Saat ini kurkumin sudah merupakan salah satu fitofarmaka di Indonesia.
 
Dalam buku Formularium fitofarmaka yang ditetapkan dengan Kepmenkes RI No HK.01.07/MENKES/1163/2022 tentang formularium fitofarmaka ,ekstrak rimpang kunyit masuk dalam kelas terapi nutrisi dengan bentuk sediaan obat di man komposisi tiap sachet mengandung kombinasi 5 gram ekstrak  Ikan gabus (Ophiocephali striati), 4,5 ekstrak Buah jeruk (Citri sinensidis fructus), dan 0,05 gram ekstrak Rimpang kunyit (Curcumae longae rhizoma) dengan aturan pakai 2 x 1 sachet sehari. 

Sediaan kombinasi ini mempunyai efek farmakologi  membantu meningkatkan kadar albumin pada kondisi hypoalbuminemia. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved