Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Replika Mimbar Masjid Al-Aqsa, Batik Hingga Kuliner Tegalsambi Bikin Juri Desa Wisata Kesengsem

Tim penilai Gelar Desa Wisata Jawa Tengah terpesona dengan potensi khas Desa Wisata Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. 

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Muhammad Olies
Ist
PJ Bupati Jepara Edy Supriyanta bersama tim penilai Gelar Desa Wisata Jawa Tengah saat menilai potensi khas Desa Wisata Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.  

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Tim penilai Gelar Desa Wisata Jawa Tengah terpesona dengan potensi khas Desa Wisata Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. 

Dewan juri, menyoroti daya tarik desa pesisir ini yang berbeda dari desa wisata lain. 

Kampung Ukir yang terkenal hingga mancanegara, kuliner laut yang khas, batik dengan corak unik, hingga kegiatan budi daya menjadi keunggulan tersendiri.

Dalam penilaiannya, Candra Hadi Nugroho, salah satu juri lomba, menegaskan bahwa Desa Wisata Tegalsambi memiliki keunggulan kompetitif. 

Penilaian tersebut disampaikan saat verifikasi dan validasi lapangan pada Ahad (25/8/2024) di Pondok Wisata Tegalsambi. 

Saat itu, tim penilai disambut oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Jepara, pimpinan perangkat daerah, Forkopimcam, dan petinggi beserta unsur penyelenggara pemerintahan desa setempat. 

“Kompetitif. Kami melihatnya karena setiap desa memiliki karakter yang khas,” kata Candra melalui keterangan tertulis, Minggu (25/8/2024).

Baca juga: Meriahnya Perang Obor di Desa Tegalsambi Jepara, Para Peserta Tak Kenal Rasa Takut

Baca juga: Polres Jepara Canangkan Desa Tegalsambi Sebagai Kampung Kartini Tangguh

Selain pesona pantai dan kuliner laut, Kampung Ukir di desa ini juga mendapatkan perhatian khusus. 

Pengukir lokalnya telah menciptakan karya yang mendapat pengakuan internasional, termasuk replika mimbar Masjid Al-Aqsa Palestina yang fenomenal. 

“Kampung ukir itu sangat luar biasa, pengukirnya berkelas internasional. Ternyata sudah pernah membuat karya yang fenomenal hingga luar negeri,” imbuhnya.

Lebih jauh, tim juri juga terkesan dengan aktivitas masyarakat setempat. 

Seni membatik dan budi daya kelinci menjadi sorotan utama. 

Batik khas Tegalsambi dianggap memiliki kualitas setara dengan batik dari wilayah pesisir lainnya berkat motif, warna, dan coraknya yang menawan. 

Sementara budi daya kelinci, karena tekniknya yang jarang diketahui.

“Kriteria penilaian meliputi aspek administrasi, legalitas, dan kreativitas. Selain itu, penataan desa wisata juga menjadi fokus, termasuk adanya homestay dan fasilitas lainnya,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved