Berita Jepara
Meriahnya Perang Obor di Desa Tegalsambi Jepara, Para Peserta Tak Kenal Rasa Takut
Para pria warga Desa Tegalsambil, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara tak kenal takut saat ikut serta perang obor yang dilaksanakan
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Para pria warga Desa Tegalsambil, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara tak kenal takut saat ikut serta perang obor yang dilaksanakan rutin setahun sekali.
Pantauan Tribunjateng di lokasi, nampak sekiranya 40 pemuda pria hingga dewasa dengan gagah beraninya megang obor yang berasal dari pelepah pohon kelapa kering sudah dirakit berbentuk obor.
Sebelum memulai perang obor, Kepala Desa Tegalsambi, Agus Santoso melakukan ritual upacara terlebih dahulu seperti doa bersama yang diikuti secara langsung oleh PJ Bupati Jepara, Edy Supriyanta bersama jajarannya.
Perang obor dibuka dengan penyalaan obor pertama oleh PJ Bupati Jepara, Edy Supriyanta.
Seusai dibuka, para pemain mulai menyalakan obor yang sudah disiapkan.
Diketahui bahwa Pemerintah Desa Tegalsambi sudah menyiapkan sekiranya 400 obor yang akan digunakan.
Seketika api sudah menyala di obor, pemain mulai mencari lawan untuk dipukulkan.
Nampak para pemain cukup antusias melakukan perang obor.
Tak memandang siapa lawan ataupun saudara hingga keluarga, pemain langsung memukulkan obor dengan api yang berkobar.
Para pemain yang terkena pukulan obor pun tidak merasa sakit ataupun takut.
Semua pemain sebelum melakukan perang obor pun diberitahu untuk tidak boleh emosi saat melakukan perang obor.
Hal itu dimaksud untuk tidak ada pertengkaraan seusai melakukan perang obor.
Satu diantara pemain perang obor, Yanto Petruk (51) mengatakan jika bermain perang obor memberikan keseruan dan bentuk ekspresi rasa syukur kepada sang pencipta.
"Bermain sejak 2003 lalu, tidak pernah merasa kapok. Sekarang mulai diteruskan ke anak saya," kata Yanto kepada Tribunjateng, Senin malam (20/5/2024).
Warga asli Desa Tegalsambi itu mengaku tidak pernah mendapatkan luka serius akibat sabetan si jago merah.
| Jemput Bola Kebijakan Wajib Halal di Jepara, Ratusan Pelaku Usaha Akselerasi Sertifikasi Halal |
|
|---|
| Program Turus Jalan Jepara, 7 KM Lahan Marginal Jadi Sasaran Budidaya Tanaman Buah |
|
|---|
| Jalan Sepanjang 747 Meter di Keling Jepara Mulai Dibangun |
|
|---|
| 10 Pemuda Desa Kawak Jepara Mainkan Sepakbola Api 25 Menit, Simbol Memerangi Hawa Nafsu dan Amarah |
|
|---|
| Menempa Kesabaran di Lembaran Kayu, Danisa Buktikan Gadis Remaja Juga Lihai Memahat di Jepara |
|
|---|