Tribun Jateng
Sosok Caleg Gagal Kini Diburu Polisi, Diduga Aniaya Prajurit TNI
Ia tidak sendiri, bersama dua orang lainnya mereka terlibat dalam penganiayaan dua prajurit TNI dari Batalyon Raider.
TRIBUNJATENG.COM - Sosok caleg gagal kini diburu polisi karena diduga sebagai penganiaya dua prajurit TNI.
Ia tidak sendiri, bersama dua orang lainnya mereka terlibat dalam penganiayaan dua prajurit TNI dari Batalyon Raider 100/PS, Prada Defliadi dan Pratu AS di Kota Medan, masih diburu polisi.
Salah satu pelaku adalah mantan calon legislatif (caleg) DPRD Medan pada Pemilu 2024. Ketiga pelaku yang masih diburu berinisial TT, MJS, dan MIR.
Baca juga: Ketua PC Lazisnu Banyumas Beberkan Kaleng Koin NU Telah Masuk Kalbu Para Jamaah
Baca juga: Gempa Baru Saja Terjadi Malam Ini Senin 26 Agustus 2024, Lokasi Cek Info BMKG Berikut Ini
Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Medan Kompol Jama Kita Purba mengatakan, telah membuat tim khusus untuk memburu para pelaku.
“Tim khusus masih terus melakukan upaya penyelidikan guna mengetahui keberadaan para tersangka lainnya,” kata Jama singkat melalui saluran telepon kepada Kompas.com pada Senin (26/8/2024).
Belakangan tersebar di media sosial video yang menyebut salah satu pelaku bernama Theonardo Tamba (inisial TT).
Theo pun disebut-sebut sebagai kader PSI Kota Medan. Ketua DPW PSI Sumut, Nezar Djoeli, meluruskan bahwa Theo bukan kader maupun pengurus PSI Medan.
Namun, Theo memang pernah mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kota Medan dari PSI Medan.
“Kemarin ada juga polisi yang menghubungi untuk menanyakan keberadaan dia (Theo) karena dikira pengurus PSI. Tapi saya tegaskan, hal itu tidak benar."
"Memang dia pernah mencaleg dari PSI Medan,” ucap Nezar saat dihubungi Kompas.com melalui saluran telepon.
“Tapi dia kalah dan setelah itu sudah selesai. Makanya ini pun, kita tetap dukung langkah polisi untuk menegakkan hukum, artinya bila salah ya harus dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” sambungnya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan, Kombes Teddy John Sahala Marbun, mengatakan ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait penganiayaan prajurit TNI tersebut.
Mereka adalah DHM (34) selaku Ketua IPK Ranting Sekip, RDS (45) anggota IPK, serta TT, MJS, dan MIR. Teddy menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Minggu (4/8/2024) sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Gatot Subroto.
Saat itu, korban sedang duduk dengan teman-temannya di sebuah angkringan. Tiba-tiba, dua unit mobil datang ke lokasi. DHM dan RDS turun dari mobil bersama lima temannya dan mendatangi Pratu AS.
Tak lama kemudian, perselisihan terjadi dan Pratu AS dipukul hingga terjatuh. “Terjadi lah perkelahian. Pratu AS keseleo pada kaki kiri dan wajahnya bengkak,” kata Teddy saat diwawancarai di Polrestabes Medan pada Selasa (6/8/2024). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Buru 3 Penganiaya Prajurit TNI di Medan, Salah Satunya Eks Caleg"
| Ini Arti Anak "Boro" Jadi Prioritas SPMB SD Gelombang 2 Kota Semarang Awal Juli 2025 |
|
|---|
| Pengusaha Mebel Sebut Masih Ada Peluang Di Balik Kebijakan Tarif Trump |
|
|---|
| Menjelang Hari Jadi ke-79, Pj Gubernur Nana Sudjana Tegaskan Pentingnya Penurunan Kemiskinan |
|
|---|
| Sosok Mahasiswa Mabuk Diduga Sopir Pajero Tabrak Warteg di Sleman, Video Detik-detik Viral |
|
|---|
| Bupati Kendal Tekankan Pentingnya Kualitas Pembangunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-penganiayaan-pada-pria.jpg)