Berita Kudus
Dispertanpangan Kudus Latih Peternak Buat Pakan Fermentasi dan Silase
Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) melatih para peternak untuk membuat pakan ternak dengan metode fermentasi dan silase
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) melatih para peternak untuk membuat pakan ternak dengan metode fermentasi dan silase. Pelatihan pembuatan pakan dengan dua metode tersebut dinilai sangat membantu peternak karena tidak perlu mencari rumput setiap hari.
Kepala Dispertanpangan Kudus Didik Tri Prasetiyo melalui Kepala Bidang Peternakan Arin Nikmah mengatakan, tidak dimungkiri bahwa ketersediaan pakan semakin ke sini akan semakin sedikit karena alih fungsi lahan. Untuk itu peternak perlu memperbarui pengetahuan terkait pakan ternak untuk hewan peliharaan.
Kemudian dengan adanya pelatihan pembuatan pakan ini setidaknya peternak tidak perlu mencari rumput setiap hari untuk pakan ternak. Untuk itu pengetahuan berikut pengalaman akan pembuatan pakan ternak sudah selayaknya dimiliki oleh para peternak.
Untuk menjawab seluruh harapan tersebut, Dispertanpangan pada 2024 berinisiatif memberikan pelatihan pembuatan pakan ternak kepada sejumlah kelompok ternak di Kabupaten Kudus. Pelatihan tersebut dianggarkan melalui Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) 2024 yang alokasinya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.07/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.
Dengan adanya pelatihan ini, Arin berharap ke depan peternak mengembangkan bank pakan. Dengan begitu ada jaminan ketersediaan pakan ternak. Peternak tidak perlu repot atau kebingunan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak mereka.
Untuk pelatihan yang pihaknya lakukan meliputi pelatihan membuat pakan ternak dengan metode fermentasi dan silase. Metode fermentasi ini meliputi unsur konsentrat, premix, dan probiotik. Serta ada unsur bakteri baik yang dicampurkan dalam komponen pakan. Sehingga kualitas pakan yang dihasilkan lebih baik daripada pakan segar.
Sedangkan pembuatan pakan dengan metode silase adalah metode pengawetan hijauan pakan segar. Hijauan pakan dilayukan kemudian disimpan dalam kondisi kedap udara.
"Kedua metode tersebut sama-sama memungkinkan pakan bisa bertahan dengan waktu yang cukup lama. Sehingga bisa jadi stok pakan dalam jangka waktu lama dan peternak tak perlu mencari rumput setiap hari," kata Arin.
Beberapa waktu lalu pelatihan fermentasi dan silase ini diberikan kepada kelompok ternak Kanaya Barokah di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog. Selain itu ada delapan kelompok ternak lainnya di Kudus yabg juga diajari metode fermentasi dan silase. Sejumlah kelompok ternak itu tersebar di Kecamatan Dawe, Bae, Mejobo, dan Kaliwungu. Alokasi anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 500 juta.
Selain pelatihan pihaknya juga menyerahkan peralatan yang bisa digunakan untuk mengolah pakan ternak. Di antara alat yang diserahkan tersebut yaitu alat pencacah pakan berikut bahan pakannya. (*)
| Antisipasi Gangguan Keamanan, Polres Kudus Gelar Latihan Pengendalian Massa |
|
|---|
| Tribun Jateng dan Pemuda Pancasila Kudus Berjabat Tangan |
|
|---|
| Bayar PBB di Kudus Makin Mudah, Bisa dari Rumah, Ini Linknya |
|
|---|
| Samani Komitmen Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Kudus |
|
|---|
| Kudus Raih Tiga Penghargaan dalam Ajang Top BUMD Award 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelatihan-pembuatan-pakan-ternak-dengan-metode-fermentasi-dan-silase-o.jpg)