Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Puluhan Rumah dan Ruko di Purworejo Pati Retak dan Rusak, Tanah Bergerak di Tepi Sungai Silugonggo

Puluhan bangunan di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Pati rusak akibat tanah bergerak.

|
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Muhammad Olies

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Puluhan bangunan di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Pati rusak akibat tanah bergerak.

Wilayah tersebut berada di tepi Sungai Silugonggo.

Kepala Desa Purworejo, Dwi Sumaryono, mengatakan bahwa total terdapat 21 bangunan, meliputi rumah maupun rumah toko (ruko), yang rusak akibat peristiwa ini.

Tiga rumah di antaranya bahkan hampir roboh.

"Kejadiannya mulai Jumat sampai Sabtu (6-7/9/2024). Kemungkinan karena kemarau dan air sungai menurun, akhirnya terjadi pergeseran tanah yanh mengakibatkan kerusakan pada rumah di bantaran Sungai Silungonggo, terutama di Dukuh Guyangan," kata Kepala Desa Purworejo, Dwi Sumaryono, Minggu (8/9/2024).

Baca juga: BPBD: 58 Rumah Rusak Akibat Gempa M 5,5 Gunungkidul

Baca juga: 80 Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Brebes, Perlu Lahan Relokasi

Pihaknya menaksir, total kerugian yang dialami warga akibat musibah ini mencapai setidaknya Rp 1,8 miliar.

Dwi mengatakan, atas kejadian ini pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, antara lain Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas PUPR, Pelaksana PT Wijaya Karya (Wika), dan juga warga yg terdampak bencana tersebut.

"Kami sudah rapat bersama untuk segera melakukan penanganan terkait terjadinya penurunan tanah yang ada di bantaran Sungai Silungonggo tersebut," kata dia. 

Dari hasil rapat, disimpulkan bahwa penurunan tanah merupakan dampak kekeringan yang mengakibatkan debit air sungai menurun 1,5 meter dari titik 0 ketika kondisi normal air dari laut. 

"Untuk mengatasi hal tersebut, diambil upaya darurat, yakni meminta secepatnya penggelontoran air dari Bendung Wilalung atau Kedungombo. Pemilik rumah dan kios kami anjurkan mengosongkan isi bangunan dan tidak tinggal di bangunan tersebut," kata dia.


Pemilik ruko yang mengalami kerusakan, Muniroh (50), mengatakan bahwa pada Sabtu (7/9/2024) sore sekira pukul 16.00 WIB, pihaknya mendengar suara retakan.


Setelah itu, di lihat kondisi lantai di depan ruko miliknya sudah retak panjang.


"Ada suara 'dak dak dak!', terus tembok depan, kanan-kiri mulai retak-retak selepas magrib. Saya dan suami langsung menyelamatkan barang-barang. Ada Pak Polisi yang ikut membantu," kata dia. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved