Perjalanan Pasangan Bima-Mujab Jadi Calon Bupati Tegal Diusung PDIP: Saya Syok dan Tak Menyangka
Pasangan Bima Eka Sakti-Eko Mujab merupakan calon Bupati Tegal di Pilkada 2024. Bima-Mujab diusung oleh Partai PDI-Perjuangan
Penulis: Ardianti WS | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM- Pasangan Bima Eka Sakti-Eko Mujab merupakan calon Bupati Tegal di Pilkada 2024. Bima-Mujab diusung oleh Partai PDI-Perjuangan. Bagaimana perjalanan kandidat ini dan apa program yang ditawarkan? Berikut wawancara khusus Bima-Mujab dengan wartawan Tribun Jateng:
Bagaimana proses hingga Bima diusung sebagai calon Bupati?
Prosesnya di awal saya mendaftar independen karena dorongan anak muda di komunitas. Sambil mempersiapkan proses pencalonan independen, saya juga sempat melamar ke PDI-Perjuangan. Partai yang saya lirik memang PDIP karena saya dekat dengan beberapa jaringan PDIP di tingkat kabupaten. Lalu akhirnya mendapat rekomendasi.
Bagaimana perjalanan Eko Mujab hingga diusung PDIP sebagai wakil bupati?
Saya juga mendaftar di PDIP. Awalnya saya pesimis karena saya melihat biaya electoral di Indonesia sangat besar, lalu saya tidak melanjutkan fit and propertest di DPD PDIP Jawa Tengah. Lalu pada tanggal 26 September kami ditelefon DPP PDIP perjuangan untuk maju, kami kaget karena saya tidak melanjutkan proses, sementara Mas Bima sudah siap secara mental. Kami berdua terkejut, karena memang Mas Bima mendaftar sebagai wakil. Kemudian besoknya, kami di-test fit and propertest selama 10 jam. Saya sampaikan bahwa tabungan saya sedikit dan nama saya belum masuk survei. Saya salut dengan PDIP ternyata tidak meminta mahar apapun. Bahkan kita dibelikan makan dan diberi uang transport untuk pulang ke rumah.Saya sangat salut dengan senior-senior PDIP yang memberi ruang untuk anak muda.
Mengapa Mas Bima rela keluar dari ASN demi maju sebagai calon bupati?
Saya memilih keluar dari ASN, mengobankan karier demi mencalonkan diri sebagai calon bupati Tegal. Jadi saya nggak fomo untuk mencalonkan diri. Sejak tahun 2021 saya dan komunitas saya sering memberi masukan untuk pemkab Tegal. Secara aturan KPU usia saya bisa mencalonkan jadi saya memutuskan untuk maju. Saya sempat menjadi asisten Pak Ganjar selama 7 tahun. Saya sekolah di IPDN. Saya sebagai ASN sejak tahun 2010, lalu ditarik Pak Ganjar tahun 2015. Pada tahun 2022 menjabat di Bapenda di Provinsi Jawa Tengah. meski saya lama di ASN, tapi saya sering ngobrol dengan teman-teman di politik. Pak Ganjar bagi saya adalah guru saya.
Apakah Mas Eko Mujab sebelumnya pernah berkiprah di politik?
Saya sejak SMA jadi ketua OSIS. Lalu saya membentuk komunitas anak muda di Tegal dan komunitas anti korupsi. Lalu saya kuliah di UI dan saya menjadi ketua BEM. Saya S2 di Inggris dan aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia. Saya sebelumnya bekerja sebagai analis kebijakan publik. Sehingga saya sudah banyak terlibat di kegiatan politik. Saat Pilpres 2024 kemarin, saya ditugaskan sebagai juru bicara Ganjar-Mahfud.
Bagaimana tanggapan para senior PDIP terhadap kalian?
Senior PDIP di Kabupaten Tegal sangat supportif dan mendampingi kami. Bahkan mereka sangat percaya bahwa kami bisa dan tidak menganggap kami minim pengalaman. Saya tahu PDIP sanagt ekor akar rumputnya. Kami kaget PDIP memberi kesempatan kepada anak muda. Saya merasa kader PDIP sangat dewasa menerima kami dan memberi panggung kepada kami. Para senior PDIP di Tegal sangat legowo.
Apa visi-misi kalian?
Kami sudah merancang visi-misi.Jadi memang manusia harus bermimpi, jadi saya sudah punya gambaran ke depan agar perubahan Tegal menjadi lebih baik. Pak Ganjar berpesan agar kami sungguh-sungguh di kontelasi ini karena memang tidak mudah. Meski kami cuma diusung PDIP tapi kami berkoalisi dengan masyarakat Tegal dan beberapa komunitas.
Apa program andalan kalian?
Saya punya misi pribadi soal pendidikan. Saya selama sekolah dari SD sampai SMA, saya hidup dari bantuan sosial. Ibu saya sebagai TKW di Malaysia. kemudian S1 di Universitas Indonesia hingga S2 di Inggris saya mendapat beasiswa. Dari pengalaman pribadi itulah, saya merasa tergerak untuk membangun Kabupaten Tegal. Apalagi Kabupaten Tegal merupakan daerah termiskin di Jawa Tengah. Dalam membuat visi misi, kami memiliki kepekaan lebih dan merancang program yang kontekstual dengan kondisi masyarakat. Di Kabupetn Tegal jumlah sekolah Negerinya terbatas, makanya kita berencana memberi beasiswa tidak hanya sekolah negeri namun juga sekolah swasta. Jadi saya menilai mengentaskan kemiskinan salah satunya dengan meningkatkan kualitas pendidikan.
| Tegas! Sekda Brebes Tahroni Dalami Skandal Aplikasi Absen Ilegal Libatkan 3.000 ASN |
|
|---|
| Respons Wali Kota Agustina Soal Tanah Gerak di Kalialang: Siapkan Pengungsian Sementara |
|
|---|
| 37 Tenaga Pengajar Ponpes Ndholo Kusumo Pati Dipindahtugaskan |
|
|---|
| Tinggal 1 Slot Promosi ke Super League: Pelatih Persiku: Persipura Sangat Layak Lolos |
|
|---|
| Satgas Temukan Dugaan Pencemaran Lingkungan, SPPG Desa Sukorejo 2 Blora Terancam Ditutup Sementara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Bima-Mujab.jpg)